Satu Tahun Sekolah Rakyat, Pemerataan Pendidikan dan Akses Teknologi Jadi Sorotan

AKM • Thursday, 29 Oct 2026 - 13:24 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan sambutan pada acara peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOT Sudiang, Makasar.

MAKASSAR – Peringatan satu tahun Program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026), menjadi momentum untuk menyoroti pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk dukungan teknologi dalam proses pembelajaran.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan penjangkauan untuk menjangkau anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Yang ada adalah penjangkauan. Negaralah yang datang mengetuk pintu,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (29/10).

Selain akses terhadap pendidikan, pemanfaatan teknologi digital turut menjadi perhatian dalam upaya mendukung kegiatan belajar.

"Komputer dapat digunakan untuk membantu siswa mengenal teknologi, mengembangkan literasi digital, dan memperluas akses terhadap sumber pengetahuan," kata Saifullah Yusuf

Dalam konteks tersebut, perusahaan teknologi Soflogic Indonesia memperkenalkan Work X All-in-One PC sebagai perangkat komputer yang mengintegrasikan sejumlah komponen dalam satu unit. Namun, informasi mengenai penggunaan perangkat tersebut secara langsung dalam kegiatan belajar Sekolah Rakyat maupun jumlah unit yang disediakan tidak dijelaskan dalam keterangan yang diterima.

Teknologi Pendidikan

Chief Operating Officer Soflogic Indonesia Ivanio Werdoyo mengatakan, teknologi pendidikan perlu diarahkan untuk mendukung kebutuhan siswa dan pengembangan kemampuan mereka.

“Teknologi bukan sekadar perangkat yang digunakan di ruang kelas. Teknologi harus menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia untuk membuka wawasan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” kata Ivanio.

Ia berharap teknologi yang dikembangkan di dalam negeri dapat berkontribusi terhadap kebutuhan pendidikan nasional. Meski demikian, pemerataan akses teknologi pendidikan tidak cukup hanya melalui penyediaan perangkat.

"Ketersediaan infrastruktur, pendampingan guru, pemeliharaan peralatan, serta kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi juga menjadi faktor yang memengaruhi pemanfaatannya dalam pembelajaran," imbuhnya.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat menjadi salah satu momentum untuk melihat pentingnya keterkaitan antara akses pendidikan dan kesiapan digital. Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.