Menko Muhaimin: Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan dan Politik Pemberdayaan Nasional

ANP • Monday, 19 Oct 2026 - 12:07 WIB

BEKASI—Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menilai Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, melainkan telah berkembang menjadi model pendidikan sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Hal itu disampaikan Muhaimin saat memberikan sambutan dalam Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Muhaimin, Sekolah Rakyat merupakan gagasan dan terobosan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal dirancang untuk menjangkau masyarakat paling miskin, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh berbagai kebijakan negara atau the invisible people.

“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin.

Ia mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat memberikan inspirasi baru bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai salah satu instrumen utama dalam mengatasi kemiskinan sekaligus membangun masa depan bangsa.

“Sekolah Rakyat hari ini telah hadir mewarnai dan memberi inspirasi kita semua untuk terus meletakkan pendidikan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan, membawa masa depan yang lebih baik dan insyaallah membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin secara khusus memberikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul beserta jajarannya yang dinilai berhasil menerjemahkan arahan Presiden menjadi sebuah model pendidikan yang semakin matang.

Muhaimin mengakui bahwa pada awal pelaksanaan, masih terdapat pertanyaan mengenai bagaimana Sekolah Rakyat akan dijalankan, terutama dalam merumuskan pola pendidikan bagi anak-anak dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda.

“Awalnya Pak Mensos dan saya juga ragu-ragu, sekolah ini bagaimana polanya? Alhamdulillah, Pak Mensos atas perintah Presiden berhasil mewujudkan ini semua,” ujar Muhaimin yang kemudian mengajak hadirin memberikan tepuk tangan kepada Menteri Sosial.

Ia menilai perkembangan Sekolah Rakyat semakin menunjukkan arah yang jelas dan prospek yang menjanjikan.

“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat telah memiliki model yang amat sangat mapan, pasti, dan prospeknya mencerahkan,” katanya.

Muhaimin berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan di Sekolah Rakyat dapat menjadi inspirasi bagi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai minat, bakat, dan potensinya.

“Kita ingin Sekolah Rakyat ini menjadi model pendidikan yang memberikan kualitas sesuai potensi dirinya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan anak-anak didik kita,” ucapnya.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penyeragaman, tetapi harus mampu menjawab perubahan zaman dan menghargai keragaman kemampuan peserta didik.

“Sekolah Rakyat bukan hanya menginspirasi pola pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi juga menginspirasi tata kelola pendidikan kita pada umumnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Muhaimin menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari politik pemberdayaan yang harus menjadi arah kebijakan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan sosial, tetapi harus dilanjutkan dengan berbagai program yang mampu meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan produktivitas masyarakat.

“Inilah bukti bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan kita, di mana salah satu upaya pemberdayaan adalah upaya penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.

Muhaimin menekankan pentingnya politik anggaran yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan,” ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar menjadikan anggaran negara sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar membiayai kegiatan rutin pemerintahan.

Dengan orientasi tersebut, Muhaimin berharap penggunaan anggaran negara menjadi semakin efektif, fungsional, serta mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri dan berdaya.

“Indonesia yang berdiri kokoh di atas kaki kita sendiri, Indonesia yang kuat dan tangguh di atas kaki rakyatnya sendiri,” katanya.

Muhaimin juga mengajak seluruh pihak mendukung keberlanjutan Sekolah Rakyat agar program tersebut tidak hanya berhasil memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan masa depan para lulusannya.

Ia berharap lulusan Sekolah Rakyat memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai minat dan potensinya.

“Mari kita dukung terus keberlanjutan Sekolah Rakyat, memastikan Sekolah Rakyat memberikan lulusan yang bisa langsung terserap di dunia pendidikan yang lebih tinggi maupun di pasar kerja yang diharapkan oleh anak-anak kita,” ucapnya.

Kepada para siswa, Muhaimin berpesan agar kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Teruslah belajar sungguh-sungguh, disiplin, taatilah seluruh aturan sekolah. Insyaallah masa depan Anda cerah bagi Indonesia di masa yang akan datang,” pesannya.

Dalam suasana hangat bersama para siswa, Muhaimin juga mengajak seluruh hadirin mendoakan Presiden Prabowo Subianto yang pada hari tersebut berulang tahun.

Ia berharap Presiden senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan, keselamatan, dan kesuksesan dalam memimpin Indonesia menuju bangsa yang maju, adil, dan sejahtera.

Pada bagian akhir sambutannya, Muhaimin menyampaikan selamat kepada para pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026.

Ia mengapresiasi para jurnalis yang melalui karya jurnalistiknya turut memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat, termasuk mengangkat berbagai kisah inspiratif anak-anak dari keluarga miskin yang kini mendapatkan kesempatan pendidikan lebih baik.

Muhaimin menilai media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperluas informasi, membangun kesadaran masyarakat, serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

“Sinergi dan kolaborasi dengan media dan pemerintah ini akan memperbesar komitmen pemerintah, mendorong dan memotivasi seluruh aparat birokrasi kita untuk terus percaya diri membawa kemakmuran dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap pemberitaan mengenai Sekolah Rakyat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat terinspirasi dan terlibat dalam mendukung program pendidikan dan pemberdayaan tersebut.

“Mari kita teruskan untuk menggaungkan inspirasi dari Sekolah Rakyat supaya seluruh bangsa kita menjadi bagian dari program yang diharapkan membawa kemajuan ini,” kata Muhaimin.