HUT ke-81 TNI, Fahira Idris: Kepercayaan Rakyat Jadi Modal Pertahanan

AKM • Tuesday, 6 Oct 2026 - 07:29 WIB
Anggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris

JAKARTA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara institusi pertahanan dengan masyarakat. Anggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pertahanan, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat.

Menurut Fahira, tema HUT ke-81 TNI, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, menegaskan posisi masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan negara.

“TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk rakyat. Kekuatan inilah yang harus terus dirawat,” ujar Fahira Idris di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Ia menyampaikan penghargaan kepada prajurit TNI yang menjalankan tugas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan perbatasan, pulau-pulau terluar, wilayah laut dan ruang udara nasional.

Fahira menilai karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuat pengawasan wilayah menjadi salah satu tantangan penting dalam sistem pertahanan. Menurutnya, menjaga kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan batas wilayah, tetapi juga memastikan seluruh wilayah Indonesia mendapatkan perlindungan negara.

Di tengah perubahan lingkungan strategis di kawasan Indo-Pasifik, Fahira juga menilai kemampuan pertahanan perlu berjalan beriringan dengan diplomasi. Menurut dia, kerja sama pertahanan dengan negara lain dapat menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan.

“TNI yang disegani bukan hanya TNI yang kuat menjaga wilayahnya, tetapi juga TNI yang dipercaya menjadi mitra dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Diplomasi pertahanan menjadi semakin penting di tengah dunia yang penuh ketidakpastian,” katanya.

Hubungan Sehat

Selain kemampuan pertahanan, Fahira menyoroti pentingnya hubungan yang sehat antara prajurit dan masyarakat. Ia mengatakan kedekatan dengan rakyat perlu dibangun melalui profesionalisme, disiplin, kepatuhan terhadap hukum, serta sikap yang dapat menjaga kepercayaan publik.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi TNI dalam menjalankan tugas. Karena itu, hubungan dengan masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Fahira juga mengingatkan bahwa kompleksitas tantangan keamanan tidak boleh menggeser fokus utama TNI dalam menjalankan tugas pertahanan negara. Ia menyebut penegakan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi masyarakat sebagai bagian utama dari tugas tersebut.

“Keamanan dan kedaulatan adalah fondasi bagi bangsa untuk maju. Ketika wilayah kita terjaga, rakyat merasa aman, dan stabilitas terpelihara, pembangunan memiliki ruang untuk tumbuh,” ujarnya.

Menurut Fahira, kondisi keamanan yang stabil memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor pembangunan. Stabilitas diperlukan agar kegiatan ekonomi, investasi, pendidikan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Memasuki usia 81 tahun, ia berharap TNI terus memperkuat profesionalisme sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat. Ia juga berharap hubungan TNI dan rakyat tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan yang terus berkembang.

“Semoga TNI selalu kuat bersama rakyat, menjaga persatuan, mengawal kedaulatan, dan memastikan Indonesia terus berdiri tegak serta semakin maju,” kata Fahira.