Raih CreSHome Awards 2026, Fahira Idris Soroti Pentingnya Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

AKM • Saturday, 7 Nov 2026 - 18:13 WIB
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menerima penghargaan CreSHome Awards 2026

JAKARTA – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menerima penghargaan CreSHome Awards 2026 untuk kategori Perempuan, Pemberdayaan & Kesetaraan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Creative Student Home (CreSHome) dalam acara yang berlangsung di Auditorium MNC University, Sabtu (7/11/2026).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Fahira Idris dalam mendorong pemberdayaan perempuan, memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak, serta mengupayakan terwujudnya kesetaraan dan keadilan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Fahira menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar CreSHome atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan juga pengingat bahwa perjuangan menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat harus terus dilakukan.

Menurut Fahira, pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta kesetaraan merupakan tiga aspek yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya memiliki keterkaitan erat dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

Ia menjelaskan, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan melalui peningkatan kapasitas, akses pendidikan, keterampilan, kemandirian ekonomi, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Fahira menegaskan bahwa perempuan berdaya bukan berarti harus berjalan sendiri atau menempatkan laki-laki sebagai lawan. Sebaliknya, pemberdayaan harus membuka ruang agar perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan yang memadai untuk mengembangkan potensi serta mengambil keputusan.

"Ketika satu perempuan berdaya, dampaknya tidak berhenti pada dirinya. Ia dapat menguatkan keluarga, mendidik generasi, menggerakkan lingkungan, bahkan ikut mengubah masyarakat," ujar Fahira.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian integral dari upaya pemberdayaan. Menurutnya, kesempatan untuk berkembang tidak akan berjalan optimal apabila masih terdapat ancaman kekerasan, perundungan, eksploitasi, diskriminasi, maupun berbagai bentuk perlakuan tidak adil.

Karena itu, upaya perlindungan perlu diperkuat di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, komunitas, hingga ruang digital.

Selain menyediakan layanan perlindungan dan mekanisme penanganan, Fahira menilai masyarakat juga perlu membangun budaya yang berpihak pada korban, termasuk tidak menyalahkan korban dan tidak membiarkan tindakan kekerasan berlangsung.

"Kita belum bisa mengatakan perempuan benar-benar berdaya jika masih ada yang takut berbicara ketika mengalami kekerasan. Kita juga belum bisa berbicara tentang masa depan bangsa jika masih ada anak yang kehilangan rasa aman. Perlindungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan," tegasnya.

Kesetaraan

Fahira berpandangan bahwa prinsip tersebut bukan berarti semua orang harus memiliki kondisi atau kemampuan yang sama. Kesetaraan justru berkaitan dengan pemenuhan hak, penghormatan, perlindungan, serta pemberian kesempatan yang adil sesuai kebutuhan setiap individu.

Ia menambahkan, persoalan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk laki-laki dan generasi muda.

"Kesetaraan bukan tentang siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kesetaraan adalah tentang memastikan setiap orang dihormati, terlindungi, dan memperoleh kesempatan untuk tumbuh," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Fahira turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan lima tahun CreSHome sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kreativitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi kalangan pelajar serta mahasiswa.

Ia menilai sejumlah program yang dijalankan CreSHome, seperti Sekolah Politik, Sekolah Legislatif, Sekolah Parlemen, Parliament Tour, Sekolah Hukum, hingga berbagai kegiatan sosial, dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan memahami persoalan kebangsaan.

Menurutnya, pengenalan terhadap lembaga negara dan proses demokrasi secara langsung dapat mendorong anak muda menjadi lebih kritis, memahami perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.

Fahira berharap CreSHome terus mengembangkan program-program yang memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, membangun kepemimpinan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Menutup pernyataannya, Fahira menekankan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam memperjuangkan pemberdayaan, perlindungan, dan kesempatan yang setara.

"Perempuan yang berdaya akan menguatkan keluarga, anak yang terlindungi akan menguatkan masa depan, dan kesempatan yang adil akan menguatkan Indonesia," pungkasnya.