Dies Natalis I, UTarki Soroti Akses Pendidikan dan Tambahan Kuota KIP

AKM • Wednesday, 23 Sep 2026 - 19:43 WIB
Acara Dies Natalis I UTarki dengan Pemotongan Tumpeng yang Dihadiri Pejabat dan Jajaran Pegawai UTarki (Istimewa)

JAKARTA – Universitas Tarakanita (UTarki) menandai satu tahun perjalanannya sebagai universitas dengan memperkuat komitmen memperluas akses pendidikan tinggi. Dalam Dies Natalis I yang digelar di Jakarta, Rabu (23/9/2026), UTarki juga menyoroti dukungan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa.

Pada 2026, UTarki memperoleh lima kuota KIP dari pemerintah pusat. Selain itu, kampus tersebut mendapatkan lebih dari 30 kuota KIP aspirasi melalui kerja sama dengan anggota Dewan.

Rektor UTarki Antonius Singgih Setiawan mengatakan kuota KIP dari pemerintah pusat masih terbatas karena institusinya berada dalam masa transisi setelah bertransformasi menjadi universitas.

“Kalau untuk tahun ini penerima KIP yang dari pemerintah pusat ada berapa, memang kita masih dapat lima,” ujar Antonius di sela Dies Natalis I UTarki, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Sementara untuk KIP aspirasi, Antonius menyebut kampus memperoleh lebih dari 30 kuota setelah proses pengajuan dan penyaluran sisa kuota. Jumlah penerima masih berpeluang berada di kisaran 30 hingga 40 mahasiswa.

“Kalau untuk yang aspirasi memang kita mendapatkannya agak terlambat, jadi memang sisa-sisa kuota. Tapi puji Tuhan kita masih dapat tiga puluhan lebih,” katanya.

Menurut Antonius, dukungan tersebut sejalan dengan upaya UTarki memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi. Ia menilai perguruan tinggi membutuhkan dukungan pemerintah dan berbagai pihak untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan bantuan pembiayaan.

“Ini juga wujud bagaimana kita harus memperdulikan masyarakat kebanyakan. Apalagi visi institusi kita ini juga berpihak pada kaum yang termarjinalkan, kaum lemah,” ujar Antonius.

Selain KIP, UTarki saat ini masih menerapkan kebijakan tanpa uang pangkal bagi mahasiswa. Biaya UKT berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp7 juta, bergantung pada program dan prioritas yang berlaku.

Namun, kebijakan tersebut akan berubah pada tahun depan. Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita berencana menerapkan uang pangkal dengan skema pembayaran bertahap. Pada tahap awal atau early bird, calon mahasiswa disebut berpeluang mendapatkan potongan hingga 60 persen.

Antonius menjelaskan kebijakan tanpa uang pangkal sebelumnya merupakan bagian dari masa awal transformasi UTarki sebagai universitas. Skema tersebut diterapkan untuk memperkenalkan institusi kepada masyarakat.

“Bagaimanapun yang kemarin terjadi itu lebih proses awal. Jadi kita memperkenalkan, ada harga spesial yang diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Dari sisi penerimaan mahasiswa, UTarki mencatat pertumbuhan sekitar 95 persen hingga 21 September 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Setelah memperhitungkan mahasiswa yang akan lulus, jumlah mahasiswa aktif diperkirakan tumbuh sekitar 80 persen.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu catatan dalam tahun pertama transformasi UTarki. Saat ini seluruh program studi dan institusi UTarki disebut telah memiliki status akreditasi.

Program studi Sekretari dan Ilmu Komunikasi masih menjadi jurusan yang banyak diminati mahasiswa baru. Sementara Bisnis Digital juga mencatat jumlah mahasiswa yang cukup besar, disusul perkembangan pada sejumlah program studi lainnya.

Siapkan Penggabungan Institusi

Di tengah proses penguatan institusi, Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita juga tengah memproses rencana penggabungan dengan institusi pendidikan di bawah Yayasan Maria de Fatima.

Proses tersebut disebut telah mencapai tahap rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Jika terealisasi, UTarki berpotensi menambah sekitar enam program studi, yakni Manajemen, Logistik, Perhotelan, Akuntansi, Hukum, dan Psikologi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas bidang pendidikan yang tersedia sekaligus meningkatkan kapasitas UTarki sebagai perguruan tinggi.

Dalam peringatan Dies Natalis I, UTarki mengusung tema “Menumbuhkan Komitmen untuk UTarki Bermakna”. Tema tersebut digunakan untuk merefleksikan perjalanan satu tahun setelah perubahan status institusi sekaligus menetapkan arah pengembangan pada tahun kedua.

Ketua Tim Kerja TU-BMN LLDIKTI Wilayah III Agung Permana N. S.Kom. mengatakan masa awal setelah transformasi merupakan periode penting bagi mahasiswa maupun sivitas akademika untuk membangun kapasitas dan budaya baru.

“Satu tahun ini adalah fase operasional yang paling krusial. Jadikan ruang-ruang kelas dan fasilitas kampus sebagai tempat menempa diri. Seraplah ilmu dengan optimal, bangun jejaring, dan persiapkan diri kalian untuk menjadi profesional yang berkarakter dan berintegritas,” ujar Agung.

Sementara itu, Suster Dr. Yustiana Wiwi Iswanti, CB, menekankan bahwa transformasi UTarki merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.

"Saya mengajak  sivitas akademika melanjutkan proses tersebut melalui pengembangan kapasitas dan kontribusi kepada masyarakat," pintanya.

Memasuki tahun kedua, UTarki menyatakan akan melanjutkan penguatan kualitas dosen, layanan akademik, penerimaan mahasiswa baru, serta akses pendidikan. Kampus tersebut juga tengah mengupayakan kesempatan mengikuti program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.