
JAKARTA — Universitas Tarumanagara (Untar) memberikan penghargaan kepada mahasiswa, dosen, alumni, dan mitra industri dalam peringatan Dies Natalis ke-67 di Kampus I Untar, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Mengusung tema “Move Beyond: From Teaching & Research to Transformational Impact”, peringatan tahun ini ditandai dengan Sidang Senat Terbuka dan pemberian IPE Impact Awards kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi melalui bidang masing-masing.
Salah satu penerima penghargaan adalah Wani Sabu, alumni Magister Manajemen Untar yang dikenal melalui kiprahnya dalam membangun layanan Halo BCA. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Komite Cyber Security Perhimpunan Bank-Bank Nasional Indonesia (Perbanas).
Wani mengatakan, lulusan perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan kompetensi dengan perkembangan dan kebutuhan industri. Menurutnya, lingkungan pembelajaran yang mendukung perlu diikuti kesiapan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja.
“Penting bagi lulusan untuk menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan industri agar dapat menjawab tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Kontribusi alumni juga terlihat melalui Robert Wanasida, lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Untar yang kini menjabat sebagai CCMO Kopi Nako dan CEO Daur Baur Micro Factory. Ia mengembangkan pemanfaatan limbah plastik, termasuk gelas bekas, menjadi produk desain yang memiliki nilai guna.
Robert menilai kegiatan usaha dapat memberikan manfaat lebih luas apabila mengintegrasikan inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan nilai Entrepreneurship yang menjadi salah satu prinsip Untar.
“Inovasi yang berdampak dan membawa manfaat bagi masyarakat merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan nilai IPE Untar,” katanya.
Perguruan tinggi dituntut terus beradaptasi
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu terus memperbarui pendekatan pendidikan dan penelitian agar tetap relevan dengan perubahan zaman.
“Universitas tidak mengenal pensiun,” ujar Amad.
Ia menjelaskan, pembaruan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan berlandaskan nilai Integrity, Professionalism,dan Entrepreneurship (IPE), serta diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, menilai transformasi perguruan tinggi dapat dimulai dari langkah-langkah konkret, seperti pembaruan metode pembelajaran, pemilihan topik penelitian yang relevan dengan persoalan masyarakat, dan pengembangan kemitraan.
Menurut Henri, pendidikan dan penelitian perlu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan di luar lingkungan akademik. Dengan demikian, capaian perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kegiatan pembelajaran dan publikasi ilmiah, tetapi juga dari penerapan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Empat kategori penghargaan
Dalam Dies Natalis ke-67 ini, IPE Impact Awards diberikan melalui empat kategori. Pertama, Student Impact Awarduntuk mahasiswa; kedua, Research & Knowledge Impact Award bagi dosen; ketiga, Young & Impactful Alumni Awardsbagi alumni; dan keempat, Future Impact Awards untuk pemangku kepentingan serta mitra industri.
Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi menyampaikan dukungan yayasan terhadap upaya Untar menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sidang Senat Terbuka tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Tarumanagara Drs. Indra Gunawan Masman beserta jajaran yayasan.
Melalui penghargaan dan kontribusi para penerima, Untar mendorong penguatan hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Tantangan selanjutnya adalah memastikan pendidikan, penelitian, serta inovasi yang dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi publik.