
JAKARTA - Hadapi Pemilu 2029, pembenahan organisasi menjadi fokus utama penguatan partai di masyarakat. Pembenahan diantaranya dengan perbaikan basis kader dan tata kelola partai .
Sekjen Partai Rakyat Indonesia (PRI), Mayjend TNI (P) Prof. Budi Pramono menegaskan pihaknya tidak hanya berorientasi pada target parliamentary threshold 5 persen, tetapi juga menyiapkan fondasi organisasi untuk jangka panjang. menurutnya, penguatan basis kader dan tata kelola partai menjadi perhatian utama.
“Secara parliamentary interest, 5 persen bukan berarti semata-mata kita fokus ke sana. Itu memang ada di benak kita dan memang harus kita capai, apalagi kita partai baru,” kata Budi kepada Media, Jakarta, Kamis (1/10).
Ia menuturkan organisasinya ingin membangun basis kader politik yang kuat. Hal itu perlu didukung dengan roadmap yang jelas terkait mekanisme kerja dan keberlangsungan organisasi partai.
“Jangka panjangnya adalah kita harus benar-benar memperbaiki basis kader perpolitikan. Itu jauh lebih kita pikirkan,” ujarnya.
Selain kaderisasi, Budi menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan setiap individu yang berada di dalam struktur. Menurutnya, seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi proses verifikasi partai politik.
Budi menyebut pihaknya perlu memastikan kesiapan administrasi, termasuk validitas Kartu Tanda Anggota (KTA) dan kesiapan sumber daya manusia. Setelah aspek administrasi terpenuhi, partai juga harus siap menghadapi verifikasi faktual.
“Secara faktual harus kita nyatakan bagaimana dengan kantor tetapnya. Kantor tetapnya siap tidak diverifikasi? Kantor tetapnya siap tidak dilihat kinerjanya, sistem di sana?” katanya.
Pengumuman Struktur Organisasi
Dalam kesempatan yang sama ,Budi Pramono selaku sekjen juga mengumumkan struktur kepengurusan periode 2026-2031.
“Dengan melewati berbagai pertimbangan, baik dalam aspek regenerasi, kaderisasi maupun aspek-aspek kelaziman di DPP partai Rakyat Indonesia, dengan memperhatikan sumber pengkaderan baik organisasi yang didirikan maupun yang mendirikan dan organisasi-organisasi sayap lain,” kata Budi Pramono, Kamis.
Susunan Kepengurusan DPP PRI diantaranya Ketua Umum: Muhammad Nazaruddin dengan didampingi 5 Wakil Ketua Umum seperti Bidang Politik dan Keamanan: Marsda TNI (P) Dr. I Nyoman Trisantosa, S.IP, M.Tr (Han). Sedangkan posisi Sekjen ditempati oleh Mayjend TNI (P) Prof Dr Budi Pramono, S.I.P dan didampingi wakil sekjen 8 orang, bendahara serta ketua DPP dengan bidang tertentu.