
JAKARTA — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mendorong keterlibatan investor dalam 37 proyek investasi strategis yang ditawarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. Dengan nilai indikatif sekitar Rp115 triliun, portofolio tersebut dinilai dapat menjadi penggerak transformasi Jakarta menuju kota global sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Fahira mengatakan keberagaman proyek yang ditawarkan menunjukkan Jakarta tidak sekadar membutuhkan tambahan modal, tetapi juga teknologi, inovasi, keahlian, dan penciptaan lapangan kerja. Proyek tersebut mencakup hunian dan perhotelan, kawasan komersial, TOD, olahraga dan rekreasi, industri, logistik, utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan tepi air.
“Saya mengapresiasi langkah Pemprov DKI membuka 37 proyek strategis ini kepada investor. Jakarta membutuhkan investasi berkualitas yang membawa modal sekaligus teknologi, keahlian, inovasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat peningkatan kualitas kota,” ujar Fahira di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Menurut Fahira, setidaknya ada lima alasan keterlibatan investor penting bagi masa depan Jakarta.
Pertama, investasi dapat mempercepat transformasi fisik dan pelayanan kota melalui pembangunan transportasi, hunian, TOD, pengelolaan air limbah, persampahan, kawasan komersial, hingga ruang rekreasi. Namun, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari nilai modal yang masuk, melainkan dari dampaknya terhadap kualitas hidup warga.
“Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa nilai investasi yang masuk, tetapi seberapa besar investasi tersebut membuat Jakarta semakin nyaman, terkoneksi, produktif, dan layak huni bagi warganya,” katanya.
Kedua, investasi dapat memperluas sumber pembiayaan pembangunan. Fahira menilai kebutuhan pembangunan Jakarta tidak mungkin sepenuhnya mengandalkan APBD. Kemitraan dengan investor dapat mempercepat proyek strategis, sementara anggaran daerah tetap dapat difokuskan pada pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar.
Ketiga, proyek investasi berpotensi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Efek bergandanya diharapkan dirasakan sektor konstruksi, jasa, perdagangan, pariwisata, logistik, ekonomi kreatif hingga rantai pasok. Fahira meminta realisasi investasi turut membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal, UMKM, koperasi, dan pemasok dalam negeri.
Keempat, pengembangan proyek berbasis Transit-Oriented Development (TOD) dan transportasi massal dinilai dapat membentuk Jakarta yang lebih terhubung serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Integrasi hunian, tempat kerja, perdagangan, ruang publik, dan layanan kota di sekitar simpul transportasi juga dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi kawasan.
Kelima, keberhasilan menawarkan dan merealisasikan proyek strategis akan memperkuat kepercayaan investor terhadap Jakarta. Menurut Fahira, investor global kini semakin selektif sehingga Jakarta harus menawarkan kepastian hukum, kemudahan berusaha, infrastruktur berkualitas, talenta, keberlanjutan, tata kelola, serta proyek yang layak secara ekonomi dan memberi manfaat sosial.
“Jakarta sedang menuju usia lima abad dan memasuki era baru sebagai kota global. Kita membutuhkan investor yang bukan hanya melihat Jakarta sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang untuk membangun kota yang lebih maju, hijau, inklusif, dan berdaya saing,” jelasnya.
Fahira menilai Jakarta memiliki modal kuat untuk menjaga kepercayaan investor, mulai dari aktivitas ekonomi, infrastruktur transportasi, pasar yang besar hingga ketersediaan talenta. Karena itu, JIF 2026 diharapkan tidak berhenti pada promosi dan market sounding, tetapi dilanjutkan dengan percepatan realisasi proyek.
Ia meminta Pemprov DKI memperkuat pendampingan investor, memastikan kepastian perizinan dan kesiapan proyek, menjaga transparansi skema kemitraan, serta segera menyelesaikan berbagai hambatan investasi.
“Investasi harus berujung pada manfaat nyata. Jakarta membutuhkan modal yang masuk, tetapi yang lebih penting adalah terciptanya kota yang semakin maju sekaligus kehidupan warga yang semakin baik,” pungkas Fahira.