PKS Dorong Ekonomi Syariah Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

MUS • Friday, 7 Aug 2026 - 13:42 WIB

Jakarta — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui forum IQRO PKS menghadirkan diskusi strategis bertema “Agenda Strategis Ekonomi Syariah: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia” dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pada Kamis, (6/8/2026) di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.

Dalam keynote speechnya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Majelis Syura ketiga yang salah satu hasilnya mengamanahkan untuk pengarusutamaan ekonomi syariah di Indonesia.

"Di antara empat keputusan Majelis Syura adalah untuk PKS memperjuangkan ekonomi syariah melalui pejabat publik, terutama di DPR RI dan di kabinet Presiden Prabowo. Diskusi ini adalah tindak lanjut keputusan Majelis Syura," ujar Almuzzammil. 

Almuzzammil menjelaskan bahwa Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia dengan 251 juta jiwa atau 87,15% dari total penduduk, potensi besar wakaf serta industri halal yang belum optimal.

"Jadi ekonomi syariah punya potensi sebesar lapangan bola tapi kita baru bermain sebesar lapangan ping-pong," ujarnya.

Untuk itu, PKS sebagai koalisi pemerintah ingin mengangkat tema ini sebagai perjuangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih stagnan di angka 5% selama 10 tahun ini.

"Di tengah pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kita ingin mengangkat isu ekonomi syariah ini yang belum banyak disoroti oleh pemerintah. Hari ini kita berkumpul dan berdiskusi untuk mengumpulkan rekomendasi," ungkapnya.

Dalam diskusi ini, hadir sebagai narasumber Pakar Ekonomi Syariah Prof. Muhammad Syafi'i Antonio dan penanggap diskusi Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) Handi Risza.