
Jakarta - Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) akan kembali digelar untuk kelima kalinya pada 19-21 November 2027 di Jakarta International Convention Center (JICC). Ajang ini akan mempertemukan berbagai lini dalam industri kedokteran gigi, seperti dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, tenaga profesional terkait, produsen, distributor serta mahasiswa untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi, praktik klinis dan peluang bisnis.
Diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan PT Nine Koeln Indonesia, IDEC 2027 mengusung tema Where Dental Trade Meets Dental Health Tourism - Connect, Innovate, Grow. Tema ini mencerminkan upaya Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur layanan kesehatan dan memperkuat standar profesional guna mendukung penyediaan layanan kesehatan berkualitas didalam negeri.
Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan The Sanur, Bali pada 25 Juni 2025 lalu menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan domestik dan mengurangi ketergantungan pada pengobatan ke luar negeri. Langkah ini juga bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan di tingkat regional.
"Destinasi wisata kesehatan yang kuat dibangun melalui fasilitas berkualitas, tenaga profesional yang kompeten serta update pengetahuan yang berkelanjutan," ujar Christine Hutabarat, Direktur Utama InJourney Hospitality. Melalui The Sanur, Christine menambahkan, pihaknya bertekad mengembangkan ekosistem tersebut dan IDEC menjadi platform yang berharga untuk menghadirkan inovasi kedokteran gigi ke Indonesia sejalan dengan tujuan pemerintah.
Pada penyelenggaraan IDEC 2025 lalu, event ini telah berhasil menghadirkan lebih dari 200 brand serta menarik lebih dari 5.600 pelaku profesional kedokteran gigi dengan partisipasi lebih dari 11 negara dan wilayah. Untuk IDEC 2027 mendatang, penyelenggara menargetkan partisipasi 250 brand dari lebih 10 negara dan wilayah di area seluas sekitar 5.000 meter persegi serta target kehadiran 7.000 pengunjung.
IDEC 2027 akan menghubungkan para produsen serta pemasok produk di industri kedokteran gigi internasional dengan komunitas kedokteran gigi Indonesia. Melalui pameran ini, pelaku industri akan berkesempatan memperkenalkan teknologi terbaru, menjajaki potensi kemitraan bisnis serta memahami kebutuhan pasar domestik.
Bagi praktisi kedokteran gigi, IDEC akan menghadirkan akses terhadap perkembangan peralatan, bahan dan teknik klinis terkini, sekaligus membuka kesempatan untuk belajar dan bertukar pengetahuan dengan sesama pelaku profesional. Akses terhadap layanan kesehatan gigi yang berkualitas masih menjadi salah satu tantangan nasional yang penting dan pendidikan sendiri merupakan bagian dari solusinya, ujar drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Umum PDGI.
Profesi dokter gigi berkomitmen terhadap update pengetahuan yang berkelanjutan karena kepercayaan pasien yang terutama dibangun melalui kualitas serta keselamatan pelayanan. Keduanya merupakan fondasi penting bagi pengembangan wisata kesehatan dan IDEC tentunya menjadi ruang bagi para dokter gigi untuk belajar, bertukar gagasan dan mengakses inovasi terkini.
Berdasarkan data yang disampaikan PDGI, Indonesia memiliki 58.154 dokter gigi yang terdiri atas 51.970 dokter gigi umum dan 6.184 dokter gigi spesialis. Dengan tenaga profesional yang tersebar diberbagai provinsi, akses terhadap pendidikan berkelanjutan dan teknologi klinis terbaru menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan profesi kedokteran gigi di Indonesia.
IDEC 2027 berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui program konferensi, kehadiran pembicara internasional serta kesempatan mengikuti pendidikan dan pengembangan profesi berkelanjutan atau Continuing Professional Development (CPD).
"Melalui partisipasi konferensi yang terjangkau, pembicara internasional dan kesempatan mengikuti CPD, kami ingin memperluas akses dokter gigi di seluruh Indonesia terhadap pengetahuan dan inovasi global," ujar Dr. drg. Himawan Halim, DMD, MS, Sp.Ort., selaku Ketua Steering Committee IDEC dari PDGI.
Melalui jaringan pameran kedokteran gigi internasional Koelnmesse, IDEC juga berupaya mendorong partisipasi industri internasional serta memperkuat koneksi antara pemasok dari berbagai negara dan pasar kedokteran gigi Indonesia.
"Pameran kedokteran gigi Koelnmesse di berbagai negara seperti IDEM di Singapura menjadi bukti bahwa ajang pameran memiliki peran penting sebagai wadah pertukaran pengetahuan sekaligus sarana untuk memperkenalkan produk," ujar Mathias Kuepper, Managing Director and Regional President Asia-Pacific, Koelnmesse Pte Ltd.
Seiring dengan upaya Indonesia memperkuat posisinya dalam sektor wisata kesehatan, IDEC 2027 akan menjadi penghubung bagi para inovator internasional dengan tenaga profesional kedokteran gigi di Indonesia. Kami menantikan kehadiran peserta pameran dan pengunjung dari Indonesia maupun mancanegara.
Registrasi booth pameran IDEC 2027 telah dibuka. Pendaftaran pengunjung profesional atau trade visitor akan dibuka pada Juli 2027, disusul pendaftaran konferensi pada September 2027.
Informasi mengenai biaya pendaftaran dan tiket akan diumumkan lebih lanjut. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui http://www.idec-indonesia.com.