BAZNAS Tanggap Bencana Latih Tim RSB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran

ANP • Friday, 7 Aug 2026 - 16:49 WIB

JAKARTA - BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) memberikan  pelatihan dan simulasi mitigasi kebakaran bagi personel Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Indonesia, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi risiko bencana kebakaran di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan RSB.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS dengan menggandeng BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai RSB Indonesia di Gedung Rumah Sehat BAZNAS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek keselamatan dan penanganan kondisi darurat, mulai dari dasar-dasar kebakaran, klasifikasi jenis kebakaran, pengenalan alat pemadam api ringan (APAR), alat pelindung diri (APD), hingga prosedur keselamatan dalam melakukan pemadaman pada tahap awal.

Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan APAR dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sesuai standar keselamatan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan, pelatihan tersebut menjadi langkah preventif dalam membangun budaya kesiapsiagaan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan. 

Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh pegawai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama saat menghadapi situasi darurat.

"Dengan kesiapsiagaan yang baik, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berlangsung secara optimal, aman, dan tidak terganggu ketika menghadapi potensi bencana maupun keadaan darurat lainnya," ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/8/2026)

Sementara itu, Wakil Kepala BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Taufiq Hidayat mengatakan pelatihan simulasi tanggap darurat mitigasi dan sistem proteksi kebakaran penting dilakukan mengingat RSB merupakan fasilitas pelayanan publik yang memiliki tingkat risiko tertentu terhadap kejadian kebakaran.

"RSB itu adalah pelayanan publik ya, pelayanan masyarakat yang memiliki bangunan sendiri, di mana di sini sangat rentan untuk bahaya kebakaran. Jadi,  ilmu ini sangatlah penting buat mereka yang memang bertugas di Rumah Sehat BAZNAS ini, sehingga pada saat nanti terjadi kebakaran, teman-teman di RSB ini mampu menanggulangi bahaya kebakaran sedini mungkin," ucap Taufiq.

Sementara itu, Kepala Klinik RSB Indonesia dr. Reza Ramdhoni, mengatakan pelatihan yang tersebut memberikan manfaat bagi para pegawai RSB karena ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.

"Pengetahuan atau ilmu dapat meningkatkan kemampuan kami dalam melakukan penanganan awal, khususnya terkait kebakaran. Semoga dapat menjaga keselamatan kita semua dan meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan fasilitas kesehatan Rumah Sehat BAZNAS," ujarnya.