BAZNAS Tanggap Bencana Distribusikan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pandeglang

ANP • Wednesday, 29 Jul 2026 - 21:22 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan 48 ribu liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pendistribusian air bersih tersebut telah menjangkau 250 kepala keluarga (KK). Jumlah bantuan tersebut masih terus berlanjut dan terus menjangkau lebih luas masyarakat yang terdampak kekeringan, termasuk di Pandeglang.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan distribusi air bersih ini menjadi respons cepat BAZNAS RI untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat kekeringan.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air, dampaknya akan langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan," ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (29/7/2026)

Idy mengatakan, penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk kehadiran BAZNAS RI dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

"Jangan sampai karena kekurangan akses air bersih ini akan timbul mustahik-mustahik baru," tegasnya.

Idy mengatakan, penyediaan akses air bersih  menjadi salah satu upaya BAZNAS untuk menghadirkan manfaat zakat secara langsung bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih.

"Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penyediaan akses air bersih tersebut adalah Pandeglang, Jawa Barat. Wilayah tersebut merupakan daerah yang kerap mengalami kekeringan, sekaligus menjadi salah satu wilayah lumbung pangan," kata Idy.

"Karena itu, penyediaan akses air bersih menjadi sangat urgent. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan aktivitas pertanian sebagai sumber penghidupan," ujarnya.

Lebih lanjut, Idy menyampaikan, BAZNAS RI akan terus memperluas jangkauan pendistribusian air bersih ke berbagai pelosok Indonesia yang terdampak kekeringan maupun pascabencana untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar akibat keterbatasan akses air.

"Distribusi air bersih merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan. Dalam jangka panjang, diperlukan upaya bersama dan berkelanjutan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap sumber air yang layak dan memadai," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Khalid (46), yang sehari-hari bekerja sebagai petani, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan air bersih yang diberikan BAZNAS RI. Menurutnya, bantuan tersebut sangat tepat baginya dan masyarakat Pandeglang yang saat ini masih menghadapi kekeringan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum ada bantuan ini saya harus menempuh berkilo-kilo meter untuk sampai di sumber mata air terdekat, yakni di Sungai Cilimatan," ujar Khalid.

Hal senada juga disampaikan penerima manfaat lainnya, Puji Rahayu (26), mengaku terbantu dengan adanya distribusi air bersih dari BAZNAS RI. Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki dua anak balita, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi keluarganya.

"Alhamdulillah, air bersih ini sangat kami butuhkan. Terlebih saya memiliki dua balita yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Puji.

Adapun target pendistribusian tersebar di 34 Provinsi di Indonesia terdampak kekeringan dan pascabencana. Di tahun 2026, pendistribusian sudah menjangkau di 32 titik yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatra Barat, hingga Sumatra Utara. 

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS menyesuaikan bentuk intervensi dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan membangun sumur bor atau pipanisasi, menyediakan bak penampungan, serta mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki.