
JAKARTA -Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sebagai upaya mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang berdaya sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemensos RI yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Audiensi tersebut dihadiri Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Ricco.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, di antaranya memperkuat hilirisasi bagi lulusan Sekolah Rakyat yaitu melalui bantuan beasiswa kuliah, dukungan fasilitasi berdasarkan hasil career mapping yang telah dilakukan sejak kelas XI untuk memetakan minat siswa menuju perguruan tinggi, vokasi, dunia kerja, maupun wirausaha, berupa penyediaan talent pool, hingga inkubasi karier melalui penguatan soft skill dan digital skill.
Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan saat ini BAZNAS memiliki sejumlah program beasiswa, salah satunya Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) berupa bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penyelesaian skripsi bagi mahasiswa semester 5 hingga 8 yang terancam putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.
"Program tersebut juga memungkinkan untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat yang berkesempatan melanjutkan ke Pendidikan Tinggi," jelas Imdadun.
Selain itu, lanjut Imdadun, BAZNAS juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam program pemberdayaan lulusan Sekolah Rakyat agar memiliki keterampilan, akses terhadap dunia kerja, dan mampu mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Ricco menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Kemensos dan BAZNAS dapat terus diperkuat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kolaborasi nanti diharapkan tidak hanya sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga memberikan pendampingan, baik kepada anak maupun orang tua, supaya anak-anak ini nanti bisa lulus dengan tuntas," ujar Robben.
Selain itu, lanjut Robben, sinergi tersebut diharapkan dapat memfasilitasi link and match dengan jaringan dunia kerja BAZNAS serta menghadirkan pendampingan berkelanjutan melalui Alumni Development Program.
"Peluang kerja sama inilah yang ingin kami mohonkan kepada BAZNAS agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak hanya naik kelas secara akademik, tetapi juga naik kelas secara ekonomi," ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto, Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Bidang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Mujiastuti, serta PIC Tim Kerja Penjaminan Mutu, Monev, dan Kerja Sama Pusdiklatbangprof Kemensos.