
JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menjajaki sinergi strategis guna mewujudkan kemandirian ekonomi para mustahik melalui optimalisasi potensi berbasis masjid.
Penjajakan tersebut dibahas dalam agenda audiensi jajaran Pemkab Majalengka yang berkomitmen menyinergikan berbagai program pemberdayaan, terutama 13 program prioritas nasional, di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengungkapkan bahwa dari 13 program prioritas yang ada, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) menjadi program terdekat yang siap diakselerasi karena Majalengka dinilai memiliki ekosistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sangat kuat hingga menyentuh level Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
"Program kami jelas ada 13 prioritas untuk se-Indonesia dan kalau bisa Majalengka nanti menjadi model, sebagai model percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis masjid," jelas Sodik Mudjahid yang menghadiri pertemuan tersebut.
Sodik meyakini program pemberdayaan berbasis masjid tersebut akan berjalan optimal dalam meningkatkan kesejahteraan umat, didukung oleh modal awal dari BAZNAS serta terbukanya ruang kolaborasi permodalan bersama pihak lain.
"Untuk modal insyaallah ada, tapi ini legalitasnya koperasi nanti. Jadi DKM masjid itu baiknya semua punya lembaga koperasi ya. Nah, pioneering di Majalengka," katanya.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa dari Pemkab Majalengka dalam membesarkan dan memfasilitasi pengembangan BAZNAS di daerah tersebut.
"Terima kasih Bapak sudah mendukung tata kelola zakat dengan luar biasa, sambil tentu adalah membesarkan BAZNAS Kabupaten yang sudah Bapak besarkan selama ini," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi pionir sekaligus model percontohan nasional dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi keumatan yang diinisiasi oleh BAZNAS RI.
Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan wujud komitmen kuat pemerintah daerah yang dapat menyelaraskan anggaran agar sejalan dengan program-program strategis dari BAZNAS RI.
"Kalau beliau (Ketua BAZNAS) punya program strategis yang perlu ada pionir, Majalengka siap, jadi bukan hanya kebijakannya, dukungan penganggaran pun biar bersinergi," katanya.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb mengatakan daerahnya telah memiliki kesiapan ekosistem zakat yang sangat matang dan terstruktur penuh hingga ke tingkat akar rumput.
"Kalau di daerah lain baru UPZ desa dan kelurahan, kalau Majalengka udah UPZ double, desa sama masjid. Ini tidak terlepas dari dorongan Bupati, sebab kegiatan-kegiatan keagamaan beliau selalu support," ujarnya.
Turut hadir dalam agenda tersebut dari jajaran BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., dan Kepala Biro Hukum Mulya Dwi Harto, S.H., M.H.
Adapun dari jajaran Pemkab Majalengka meliputi Kepala Dinas DK2UKM H. Solehudin, S.Hut., M.Si., Kepala Dinas Rumkintan H. Sidharta, A.P., M.P., Ketua KADIN Kab. Majalengka Rd. Hendrian Suryanatanagara, S.E., Wakil Ketua III BAZNAS Majalengka Embed Humed, M.Pd., Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka Drs. Uuh Fathulloh, serta Sekretaris BAZNAS Majalengka Iwan Saefuddin Anwar, M.Pd.