BAZNAS RI dan UNISSA Brunei Darussalam Bangun Kolaborasi Riset Zakat

ANP • Tuesday, 30 Jun 2026 - 21:02 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan audiensi untuk menjajaki kolaborasi riset filantropi Islam dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan ini berfokus pada studi komparatif pengelolaan zakat serta strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi di kedua negara.

Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., menilai hasil penelitian ke depan harus bisa menemukan terobosan baru dan memperlihatkan perbedaan keunikan zakat di masing-masing negara agar bisa menjadi solusi bagi kemajuan umat.

“Salah satu tantangan riset kita itu adalah kita pengin menjawab research gap, sehingga hal-hal yang baru dari riset teman-teman diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan tantangan yang tentu berbeda antara Indonesia dan Brunei,” jelas Syarifuddin.

Ia kemudian menjelaskan BAZNAS sebagai lembaga amil yang memiliki otoritas dari pemerintah, sedang berfokus menyelaraskan model pengelolaan dengan kebijakan prioritas negara melalui program integrasi data mustahik demi menjamin penyaluran zakat yang adil dan merata.

Sebagai wujud nyata penyelarasan tersebut, BAZNAS RI menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk meninjau langsung tiga titik program unggulan di daerah guna mencari role model penanggulangan kemiskinan ekstrem.

"Nah hari ini, kita bersama Bappenas sedang kunjungan lapangan ke tiga titik program kita, yaitu microfinance desa di Bukittinggi, Zmart di Polewali Mandar, serta lumbung pangan di Kalimantan Selatan untuk melihat kontribusinya pada pengurangan kemiskinan," tuturnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Syariah UNISSA, Dr. Cecep Soleh Kurniawan didampingi oleh Asisten Profesor Senior Fakultas Syariah Dr. Hajah Mas Nooraini binti Haji Mohiddin, serta Asisten Profesor Fakultas Ekonomi dan Keuangan Islam Dr. Hajah Nur Annisa binti Haji Sarbini, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pihak BAZNAS RI dalam memfasilitasi agenda silaturahmi sekaligus penelitian filantropi Islam antaranegara ini.

Dalam pemaparannya, tim peneliti UNISSA mengibaratkan kompleksitas permasalahan pengelolaan zakat di Indonesia seperti kondisi historis di Irak yang selalu berhasil memantik lahirnya berbagai ide kreatif dan inovatif.

"Kalau di Madinah kan permasalahan itu landai sehingga muncullah madrasah ahlul hadis ketika itu, sedangkan di Irak ahlul ra'yi karena permasalahan ketika itu sangat luar biasa sehingga memantik ide-ide yang cukup kreatif," ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Agus Siswanto dan Kepala Divisi Inovasi dan Program Kreatif Abdul Aziz Yahya Saoqi, S.E., M.Sc.