
JAKARTA — Peringatan Milad ke-10 Ikatan Keluarga Minang (IKM) dinilai menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperluas kontribusi masyarakat Minangkabau bagi pembangunan daerah maupun nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP IKM Bidang Bundo Kanduang, Fahira Idris, dalam peringatan satu dekade perjalanan organisasi tersebut, Kamis (6/8), di Jakarta.
Menurut Fahira, usia 10 tahun merupakan fase penting bagi IKM untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus meneguhkan komitmen sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan. Ia menilai keberadaan organisasi kedaerahan memiliki peran strategis dalam mempererat silaturahmi sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Milad ke-10 adalah momentum untuk memastikan IKM semakin kokoh sebagai rumah besar seluruh urang Minang. Rumah yang merangkul lintas daerah, profesi, generasi, dan pilihan politik, sekaligus menjadi kekuatan yang terus menebar manfaat bagi ranah, rantau, dan bangsa," ujar Fahira Idris.
Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta itu menilai, di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade, organisasi semakin menunjukkan konsolidasi internal yang kuat dan memperluas berbagai kegiatan sosial serta pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, semangat Basamo Mako Manjadi atau bersama untuk mencapai keberhasilan menjadi landasan dalam membangun kolaborasi antarsesama warga Minang di berbagai wilayah, termasuk di luar negeri.
Ia mengatakan hubungan antara masyarakat Minang di kampung halaman dan perantauan perlu terus diperkuat melalui kerja sama yang produktif. Jaringan perantau, lanjutnya, dapat menjadi modal sosial untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas pendidikan, pelestarian budaya, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Tradisi merantau telah membentuk urang Minang menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan memiliki jejaring luas. Potensi besar ini harus dihimpun menjadi kekuatan sosial, ekonomi, dan intelektual yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat kemajuan ranah dan rantau," katanya.
Fahira juga menyoroti pentingnya penguatan peran Bundo Kanduang sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga, melestarikan adat istiadat, memberdayakan masyarakat, serta membimbing generasi muda agar tetap memiliki identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, ia menilai generasi muda Minangkabau perlu didorong untuk memiliki keseimbangan antara pemahaman budaya, kualitas pendidikan, serta kemampuan menguasai teknologi dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam konteks tersebut, organisasi kemasyarakatan seperti IKM dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengabdian lintas generasi.
Pada kesempatan tersebut, Fahira juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri organisasi, jajaran pengurus, serta seluruh anggota IKM yang dinilai telah berkontribusi menjaga keberlangsungan organisasi selama satu dekade terakhir.
"Selamat Milad ke-10 IKM. Satu dekade adalah fondasi, sedangkan dekade berikutnya harus menjadi masa memperluas pengabdian. Semoga IKM semakin solid, maju, kokoh persaudaraannya, nyata kerja bersamanya, serta semakin luas manfaatnya bagi Minangkabau dan Indonesia," tuturnya.
Milad ke-10 IKM menjadi penanda perjalanan organisasi yang menghimpun masyarakat Minangkabau dari berbagai latar belakang profesi dan daerah. Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat di ranah dan rantau dalam mendukung pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan.