
Jakarta – Memasuki usia ke-118 tahun, Ikatan Notaris Indonesia menjadikan peringatan hari jadinya sebagai momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperteguh komitmen menjaga profesionalisme dan integritas profesi notaris di tengah tantangan perkembangan zaman.
Peringatan HUT yang jatuh pada Rabu (1/7) tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pengurus wilayah dan pengurus daerah di seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kontribusi organisasi dalam pelayanan hukum kepada masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat INI, Irfan Ardiansyah, menegaskan bahwa usia organisasi yang telah melampaui satu abad harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkokoh persatuan sekaligus menjaga marwah profesi notaris.
"Usia 118 tahun mengajarkan kepada kita bahwa sebuah organisasi yang besar bukanlah organisasi yang tidak pernah menghadapi dinamika, melainkan organisasi yang mampu kembali menyatukan langkah," kata Irfan dalam peringatan HUT ke-118 INI di Jakarta, Rabu (1/7).
Menurutnya, dinamika organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, seluruh anggota diharapkan tetap memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kehormatan profesi melalui organisasi profesi notaris yang telah berdiri sejak lebih dari satu abad lalu.
"Saya mengajak seluruh anggota untuk kembali melangkah bersama. Semakin cepat kita kembali bersatu, semakin besar manfaat yang dapat kita berikan bagi profesi, masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Selain menekankan pentingnya soliditas organisasi, peringatan HUT tahun ini juga menjadi ruang refleksi terhadap tantangan profesi notaris yang terus berkembang, terutama seiring meningkatnya digitalisasi layanan, keterbukaan informasi, serta ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan hukum.
Beradaptasi
Ketua Dewan Kehormatan Pengurus Pusat INI, Risbert Sulini Soeleiman, mengatakan perjalanan panjang organisasi sejak berdiri pada 1908 menunjukkan kemampuan INI beradaptasi dengan berbagai perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai etik profesi.
"Usia 118 tahun bukan sekadar angka. Ini menjadi bukti bahwa organisasi telah melewati berbagai tantangan dan terus menjaga martabat serta kehormatan profesi notaris," ujarnya.
Menurut Risbert, tantangan profesi saat ini semakin kompleks, tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi digital, tetapi juga meningkatnya pengawasan publik terhadap pelaksanaan tugas notaris, termasuk melalui media sosial.
Karena itu, Dewan Kehormatan menegaskan pentingnya penegakan kode etik sebagai instrumen pembinaan anggota, bukan semata-mata pemberian sanksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan profesi notaris tetap memperoleh kepercayaan masyarakat.
"Penegakan kode etik bukan hanya bertujuan memberikan sanksi, tetapi menjadi bagian dari pembinaan agar kehormatan profesi tetap terjaga," katanya.
Kegiatan HUT INI
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-118 INI, Wijayanti, menyampaikan rangkaian peringatan tahun ini mencakup kegiatan bakti sosial, aksi kemasyarakatan, pemberian penghargaan kepada anggota, hingga ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh dan mantan Ketua Umum yang telah berjasa membangun organisasi.
Menurutnya, seluruh agenda tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial organisasi serta penghargaan terhadap sejarah panjang perjalanan INI.
Rangkaian peringatan HUT ke-118 akan ditutup melalui penyelenggaraan NOTARACE pada 26 Juli 2026. Selain menjadi ajang silaturahmi keluarga besar INI, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan pengumuman pemenang berbagai kompetisi yang telah diselenggarakan selama rangkaian perayaan.
Melalui momentum HUT ke-118, INI berharap dapat semakin memperkuat persatuan antaranggota, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta memperkokoh peran organisasi dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan kehormatan profesi notaris di tengah tuntutan era digital dan pembangunan menuju Indonesia Emas.