
JAKARTA — Sebanyak empat pameran industri berskala internasional akan digelar secara bersamaan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–7 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Krista Exhibitions tersebut menghadirkan pelaku industri dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi bisnis, mendorong investasi, serta memperluas peluang perdagangan di sejumlah sektor strategis.
Keempat pameran itu meliputi IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026, Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026, dan Indo Beauty Expo 2026. Rangkaian kegiatan akan mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, asosiasi industri, akademisi, hingga investor dalam satu forum terpadu.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan empat pameran tersebut bertujuan memperkuat ekosistem industri nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk dan teknologi, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.
"Kolaborasi menjadi kunci menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional. Karena itu kami berharap pameran ini mampu memperluas jaringan bisnis, membuka peluang investasi, dan melahirkan kerja sama yang berkelanjutan," ujar Daud.
Agenda Utama
Salah satu agenda utama, IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, akan diikuti 60 perusahaan dari sembilan negara, yakni Indonesia, China, Singapura, Korea Selatan, India, Jepang, Jerman, Malaysia, dan Pakistan. Selain menampilkan perkembangan teknologi alat kesehatan, pameran tersebut juga menghadirkan seminar dan diskusi yang melibatkan regulator, akademisi, tenaga kesehatan, serta pelaku industri.
Berbagai sesi pembahasan akan mengangkat isu pengembangan teknologi kesehatan, inovasi alat medis, hingga penguatan industri alat kesehatan nasional dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, organisasi profesi, dan kalangan akademisi.
Sementara itu, ILF Expo dan IGT Expo menghadirkan sekitar 280 peserta, termasuk 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan partisipasi perusahaan dari 14 negara. Forum tersebut akan membahas pengembangan industri padat karya, peningkatan investasi, serta peluang ekspor, termasuk pemanfaatan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Dalam rangkaian kegiatan itu juga akan digelar Seminar Nasional Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) serta ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 yang mengangkat strategi peningkatan daya saing industri tekstil, garmen, alas kaki, dan produk kulit. Selain forum diskusi, penyelenggara juga menyiapkan agenda business networking serta peragaan busana untuk menampilkan inovasi produk dalam negeri.
Di sektor kecantikan, Indo Beauty Expo 2026 akan diikuti 65 peserta dari lebih dari delapan negara. Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran akan menghadirkan berbagai seminar, lokakarya, kompetisi, hingga talkshow yang melibatkan pelaku industri kecantikan, perias, nail artist, serta pengelola salon dan klinik kecantikan.
Untuk memperluas peluang transaksi, Krista Exhibitions juga menghadirkan program Business Matching dan Hosted Buyers yang mempertemukan peserta pameran dengan calon investor, mitra usaha, serta pembeli potensial dari dalam maupun luar negeri.
Melalui penyelenggaraan empat pameran secara serentak tersebut, penyelenggara berharap tercipta sinergi antarsektor industri yang mampu memperkuat iklim investasi, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing industri kesehatan, kecantikan, kulit, alas kaki, garmen, dan tekstil Indonesia di pasar regional maupun global.