
TANGERANG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong para pelaku dalam ekosistem industri musik nasional untuk memanfaatkan badan hukum koperasi sebagai model pengembangan usaha. Langkah ini dinilai dapat memperkuat fondasi bisnis industri kreatif melalui peningkatan akses pembiayaan, pengembangan kapasitas usaha, hingga perluasan jaringan pasar.
Dorongan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Henny Navilah saat pembukaan pameran internasional PRO AVL Indonesia 2026 di Hall 9 NICE PIK 2 Tangerang, Selasa (28/7).
Dalam sambutannya, Ferry menilai model koperasi memiliki potensi besar untuk mendukung pelaku industri musik yang mayoritas bergerak dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah. Menurutnya, wadah koperasi dapat menjadi sarana kolaborasi yang memberikan kemudahan dalam memperoleh pembiayaan, pengadaan peralatan, penguatan perlindungan usaha, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kementerian Koperasi siap memfasilitasi kebutuhan tersebut agar pelaku industri musik semakin kuat, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ujar Henny saat membacakan sambutan Menteri Koperasi.
Pemerintah mencatat hingga saat ini terdapat 224.734 koperasi aktif di Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 33,9 juta orang. Sementara itu, volume usaha koperasi secara nasional mencapai Rp257,1 triliun, yang menunjukkan kontribusi sektor koperasi terhadap aktivitas perekonomian nasional.
Kemenkop juga menilai perkembangan koperasi yang digagas generasi muda menjadi salah satu indikasi meningkatnya minat terhadap model bisnis berbasis kolaborasi. Tren tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri musik maupun sektor ekonomi kreatif lainnya dalam membangun usaha yang lebih berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, penyelenggaraan PRO AVL Indonesia 2026 disebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku industri audio, visual, lighting, dan musik dari berbagai negara. Pameran ini menghadirkan berbagai inovasi teknologi sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dan investasi.
CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan PRO AVL Indonesia 2026 diikuti sekitar 60 merek internasional yang berasal dari 12 negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, Italia, Denmark, Swedia, Austria, China, Spanyol, dan Indonesia.
"Kami optimistis sinergi yang terbangun selama PRO AVL Indonesia 2026 akan membuka peluang bisnis baru, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus membawa industri audio, visual, lighting, dan musik Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global," kata Daud.
Pameran PRO AVL Indonesia 2026 berlangsung di Building C Hall 9 NICE PIK 2 Tangerang hingga 31 Juli 2026. Selama empat hari penyelenggaraan, ajang ini menampilkan beragam teknologi terbaru di bidang audio, visual, lighting, dan musik serta menjadi forum bagi produsen, distributor, integrator sistem, penyedia teknologi, dan pelaku industri untuk memperluas jejaring kerja sama.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, penyelenggaraan PRO AVL Indonesia 2026 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi industri audio, visual, lighting, dan musik Indonesia di tingkat internasional.