
Jakarta – Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, kemampuan sebuah institusi bertahan selama puluhan tahun menjadi ukuran penting keberhasilan tata kelola dan regenerasi organisasi.
Semangat perkuat pendidikan dan tersebut kembali ditegaskan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Yayasan Tarumanagara yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2026).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Tarumanagara, Drs. Indra Gunawan Masman, M.B.A., menyampaikan penghormatan kepada para pendiri dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi perkembangan organisasi, termasuk kemajuan Universitas Tarumanagara (Untar) yang kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.
Menurut Indra, salah satu kunci keberhasilan yang diwariskan para pendahulu adalah pembagian peran yang jelas antara yayasan dan universitas.
"Para pendahulu telah membangun sistem yang kuat dengan pembagian peran yang jelas. Yayasan mengelola sumber daya dan memastikan keberlanjutan organisasi, sementara universitas fokus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tata kelola seperti inilah yang membuat organisasi mampu bertahan dan terus berkembang hingga hari ini," ujarnya.
Indra menegaskan bahwa keberlangsungan sebuah institusi tidak boleh bergantung pada sosok tertentu. Karena itu, regenerasi kepemimpinan harus menjadi bagian dari budaya organisasi yang sehat.
Ia menilai kesempatan perlu diberikan kepada generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan visi untuk membawa organisasi menghadapi tantangan masa depan.
"Jangan hanya melihat senioritas. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang berani memberi kesempatan kepada kader-kader muda yang memiliki kemampuan dan potensi. Keberlanjutan lahir dari sistem yang hidup dan regenerasi yang berjalan baik," katanya.
Menurutnya, tantangan organisasi modern bukan hanya mempertahankan hal-hal yang sudah berjalan baik, tetapi juga memiliki keberanian melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
"Yang harus dijaga bukan hanya apa yang sudah kuat, tetapi juga bagaimana kita mampu mengenali dan memperbaiki titik-titik lemah organisasi. Dengan begitu, Yayasan Tarumanagara akan terus relevan dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," tuturnya.
Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., mengatakan usia ke-67 tahun menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi sosial yayasan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global.
Menurut Ariawan, keberadaan yayasan tidak hanya berfokus pada pengembangan pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Di usia ke-67 tahun, kami ingin lebih banyak hadir di tengah masyarakat. Kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini membuat masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Karena itu, fungsi sosial yayasan harus terus dijalankan secara nyata dan berkelanjutan," ujarnya.
Berbagai program kemanusiaan terus dijalankan secara rutin, mulai dari pemberian beasiswa, donor darah, layanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga kerja sama dengan panti asuhan, panti jompo, dan rumah ibadah.
Ariawan menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan.
"Harapannya, apa yang kami lakukan bukan hanya saat perayaan ulang tahun, tetapi menjadi aktivitas yang terus berjalan dari waktu ke waktu. Kami ingin manfaat yayasan benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun Yayasan Tarumanagara mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk mendukung program beasiswa dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
"Untuk beasiswa saja nilainya mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Itu belum termasuk bantuan kesehatan, bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana, bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, rumah ibadah, maupun berbagai kegiatan sosial lainnya," ungkap Ariawan.
Selain memperkuat fungsi sosial, Yayasan Tarumanagara juga terus berinvestasi pada pengembangan pendidikan dan infrastruktur.
Dalam kurun hampir lima tahun terakhir, yayasan berhasil menyelesaikan sekitar 120 proyek pembangunan dan pengembangan, mencakup fasilitas pendidikan, ruang komunal, infrastruktur kampus, serta sarana pendukung pembelajaran.
Menurut Ariawan, seluruh proyek tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang semakin modern dan nyaman bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik.
Salah satu agenda strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah pembangunan Kampus 4 Universitas Tarumanagaradi atas lahan seluas sekitar 138,5 hektare.
"Kami sedang menyelesaikan desain master plan Kampus 4. Mudah-mudahan pada 2027 kita bisa bersama-sama melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus baru yang akan menjadi salah satu tonggak penting perkembangan Untar di masa depan," ujarnya.
Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., mengapresiasi dukungan yayasan yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai transformasi di lingkungan universitas.
Menurutnya, pengembangan fasilitas dan infrastruktur yang dilakukan yayasan telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kenyamanan civitas akademika.
"Yayasan Tarumanagara terus menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung kemajuan universitas. Berbagai pengembangan sarana dan prasarana yang dilakukan sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas akademika," katanya.
Amad menilai sinergi yang terjalin antara yayasan dan universitas menjadi modal penting bagi Untar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.
"Apa yang dilakukan Yayasan Tarumanagara saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, kesehatan, dan pengabdian yang kami jalankan bersama," tandasnya.