Kawasan Transmigrasi, Kementrans dan KKP Siapkan Sinergi Pengembangan Kampung Nelayan

AKM • Tuesday, 14 Jul 2026 - 11:29 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (Kiri) dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf (Kanan)

JAKARTA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjajaki sinergi dalam pengembangan sektor perikanan di kawasan transmigrasi. Salah satu fokus kerja sama tersebut adalah pembentukan kampung nelayan pada sejumlah satuan permukiman transmigrasi yang dinilai memiliki potensi sumber daya perikanan.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, kedua kementerian membahas peluang integrasi sejumlah program prioritas nasional KKP periode 2025–2029, di antaranya Kampung Nelayan Merah Putih, budidaya ikan darat, pengembangan tambak udang terintegrasi, swasembada garam, kapal ikan modern, serta revitalisasi tambak.

Menurut Viva Yoga, kawasan transmigrasi memiliki potensi untuk mendukung pelaksanaan berbagai program tersebut karena sejumlah lokasi telah berkembang sesuai dengan karakteristik sumber daya alam di masing-masing daerah.

"Kawasan-kawasan transmigrasi memiliki potensi pengembangan dalam program prioritas nasional itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kementrans telah mengidentifikasi sedikitnya 17 satuan permukiman transmigrasi di berbagai daerah yang berpotensi dikembangkan menjadi kampung nelayan. Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Parigi Moutong, Muna Barat, Pasangkayu, Merauke, dan Buton Tengah.

Menurut Viva Yoga, pengembangan kawasan transmigrasi selama ini tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan sesuai potensi wilayah.

Ia mencontohkan hasil budidaya rajungan yang dikelola transmigran di sejumlah daerah, seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Papua Barat, dan Maluku Utara, telah memasuki pasar ekspor melalui kerja sama dengan industri perikanan.

Selain itu, di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kementrans juga memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pengembangan usaha perikanan tangkap, termasuk dukungan sarana berupa kapal penangkapan ikan.

Dalam pertemuan tersebut, Kementrans dan KKP juga menyepakati pembentukan tim kecil untuk menindaklanjuti rencana pengembangan kampung nelayan di kawasan transmigrasi yang telah diprioritaskan.

Viva Yoga berharap sinergi kedua kementerian dapat meningkatkan produktivitas masyarakat transmigrasi yang bergerak di sektor perikanan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ia menambahkan, target pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan KKP pada tahun ini dinilai dapat menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi yang memiliki potensi kelautan dan perikanan.

Menurutnya, kolaborasi antarkementerian diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.