Pelita Harapan Group Perluas Ekosistem Pendidikan di Bandung

ANP • Tuesday, 14 Jul 2026 - 13:46 WIB

Bandung – Presiden Pelita Harapan Group (PHG) Dr. Stephanie Riady menegaskan pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya membentuk karakter serta mengembangkan potensi setiap anak melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Stephanie dalam kegiatan Introduction Sekolah Dian Harapan (SDH) Bandung di Bandung, Selasa (14/7), yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, para pemimpin pendidikan, mitra, dan orang tua.

Stephanie mengatakan pengalaman bertemu dengan guru, orang tua, dan peserta didik di berbagai daerah semakin menguatkan keyakinannya bahwa kualitas pendidikan tidak pertama-tama ditentukan oleh fasilitas ataupun teknologi, melainkan oleh lingkungan belajar yang membuat setiap anak merasa dihargai, didengar, dipercaya, dan memiliki ruang untuk bertumbuh sesuai potensi yang dimilikinya.

Menurutnya, selama lebih dari tiga dekade Pelita Harapan Group terus mengembangkan ekosistem pendidikan yang berlandaskan filosofi true knowledge, true faith, dan true character. Filosofi tersebut diwujudkan melalui pendidikan yang menempatkan pembentukan karakter dan iman sebagai fondasi utama dalam membentuk manusia seutuhnya.

"Kami tidak sekadar membangun sekolah. Kami membangun harapan, membentuk karakter, dan mempersiapkan generasi yang kelak akan menentukan masa depan Indonesia. Kami ingin setiap anak bertumbuh menjadi pribadi yang mengenal kebenaran, memiliki karakter yang kuat, hidup dengan takut akan Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama," kata Stephanie.

Menurut Stephanie, pendidikan juga tidak pernah menjadi tanggung jawab sekolah semata.

"Pendidikan adalah kerja bersama. Ketika keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat berjalan dalam visi yang sama, anak-anak akan bertumbuh secara utuh, bukan hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam karakter dan panggilan hidupnya," ujarnya.

Berangkat dari komitmen tersebut, PHG menghadirkan Sekolah Dian Harapan Bandung sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan yang memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Hingga kini, PHG mengembangkan lebih dari 70 sekolah di berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang membentuk peserta didik secara holistik.

Stephanie mengatakan Bandung menjadi salah satu kota pilihan bagi SDH untuk hadir karena memiliki tradisi panjang sebagai kota pendidikan yang melahirkan banyak pemikir, inovator, seniman, dan pemimpin. PHG berharap SDH Bandung dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang memadukan kompetensi global dengan nilai-nilai, budaya, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Pada kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Muftiah Yulismi, S.Psi., M.I.Kom. menyambut baik kehadiran Sekolah Dian Harapan Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai lembaga pendidikan yang memiliki komitmen membangun sumber daya manusia unggul.

"Kami menyambut baik kehadiran Sekolah Dian Harapan Bandung. Semakin banyak sekolah berkualitas yang hadir di Jawa Barat, semakin besar pula kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan terbaik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membangun komunikasi dan kolaborasi agar berbagai proses yang diperlukan dapat berjalan dengan baik demi mendukung kemajuan pendidikan," kata Muftiah.

Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan implementasi program Gapura Panca Waluya yang menjadi salah satu fondasi pembangunan karakter di Jawa Barat melalui pembentukan peserta didik yang cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (berintegritas), pinter (berpengetahuan), dan singer (cekatan dan tangguh). 

Muftiah menegaskan pemerintah daerah terus mendorong terwujudnya budaya sekolah yang aman, inklusif, dan tangguh siber melalui penguatan literasi digital. "Pendidikan akan semakin kuat ketika seluruh pemangku kepentingan berjalan bersama, pendidikan itu urusan bersama. Kolaborasi menjadi kunci untuk membangun generasi yang unggul dalam pengetahuan, kuat dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.

Kehadiran SDH Bandung diharapkan semakin memperkaya ekosistem pendidikan di Kota Bandung sekaligus memperluas pilihan masyarakat terhadap pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Bagi Pelita Harapan Group, investasi terbaik bagi masa depan bangsa selalu dimulai dari pendidikan yang memanusiakan manusia. Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat, PHG berharap SDH Bandung menjadi bagian dari upaya bersama melahirkan generasi Indonesia yang memiliki pengetahuan, karakter yang takut akan Tuhan, serta komitmen untuk membawa manfaat bagi bangsa ini.