
Jakarta—Langkah pemerintah melalui Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) yang terus memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 H mendapatkan apreasiasi.
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan penguatan pengawasan tersebut sangat penting untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
“Langkah pemerintah memperkuat Satgas Pangan patut diapresiasi. Pengawasan yang ketat, disertai pembinaan kepada pelaku usaha, diharapkan mampu menjaga stabilitas dan mencegah gejolak harga di masyarakat,” ujar Fahira dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (19/3).
Ia menilai kehadiran negara melalui pengawasan yang intensif menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen. Pendekatan pembinaan dinilai efektif, selama tetap disertai ketegasan terhadap pelanggaran di lapangan.
Meski demikian, Fahira mengingatkan bahwa potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Lebaran tetap harus diantisipasi secara serius. Ia menegaskan peran strategis Satgas Pangan sebagai garda terdepan dalam mencegah lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Enam Rekomendasi
Untuk itu, Fahira menyampaikan enam rekomendasi agar pengawasan dan stabilisasi harga pangan berjalan lebih optimal, baik menjelang maupun pascalebaran.
Pertama, memperkuat pengawasan menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari tingkat petani, peternak, hingga pedagang, agar potensi kenaikan harga dapat dideteksi lebih dini.
Kedua, memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui pengawasan intensif di pasar tradisional dan modern, serta menindak tegas pelanggaran.
Ketiga, mengoptimalkan sinergi lintas lembaga dalam Satgas Pangan, termasuk dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.
Keempat, mempercepat respons terhadap indikasi penimbunan dan spekulasi harga dengan pendekatan bertahap, mulai dari pembinaan hingga penegakan hukum.
Kelima, memperkuat distribusi dan ketersediaan stok di pasar, terutama untuk komoditas strategis seperti beras, cabai, daging, dan telur agar tidak terjadi ketimpangan pasokan.
Keenam, memastikan keberlanjutan pengawasan pascalebaran, mengingat fluktuasi harga juga kerap terjadi setelah hari besar keagamaan.
Fahira menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga ketenangan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Ia berharap Satgas Pangan dapat terus bekerja secara konsisten, adaptif, dan tegas dalam menjalankan tugasnya.
“Pangan adalah kebutuhan dasar. Ketika harganya stabil, masyarakat bisa menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan tenang. Di sinilah peran strategis Satgas Pangan sangat dibutuhkan,” pungkasnya.