Haji 2026 Dinilai Lebih Nyaman, Pengamat Soroti Perbaikan Layanan dan Integrasi Digital

AKM • Thursday, 18 Jun 2026 - 08:41 WIB
Pengamat Haji dan Umrah yang juga Direktur Utama PT Tursina Tours dan Ketua Harian Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (BERSATHU) Farid Aljawi (Istimewa)

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji 2026 dinilai menunjukkan sejumlah perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pengamat haji dan umrah Farid Aljawi menilai peningkatan layanan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi berdampak pada kenyamanan dan kesehatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

Menurut Farid yang juga Direktur Utama PT Tursina Tours dan Ketua Harian Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (BERSATHU), jumlah jemaah yang lebih terkendali membuat pelayanan di berbagai titik pelaksanaan haji menjadi lebih optimal.

"Pelaksanaan haji tahun ini tergolong lebih baik. Pemerintah Saudi tampaknya lebih mengedepankan kualitas pelayanan sehingga jemaah merasakan kenyamanan yang lebih baik," kata Farid kepada media di Jakarta, Rabu (18/6/2026).

Farid menyoroti sejumlah peningkatan fasilitas, mulai dari tenda berpendingin udara di Mina, sistem pendingin air untuk kebutuhan jemaah, hingga pengelolaan kebersihan yang dinilai semakin baik. Menurutnya, kondisi tersebut turut berkontribusi pada menurunnya gangguan kesehatan yang biasanya dialami jemaah selama musim haji.

"Fasilitas di Mina semakin nyaman, kebersihan juga lebih terjaga, sehingga kondisi kesehatan jemaah relatif lebih baik dibanding sebelumnya," ujarnya.

Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait ketersediaan dan kapasitas kamar mandi di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Jumlah fasilitas yang tersedia dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan jutaan jemaah.

Farid mengapresiasi penerapan skema murur yang diterapkan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kepadatan pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina. Skema tersebut dinilai membantu mengurangi antrean kendaraan pada puncak pergerakan jemaah.

Sistem Layanan

Ia juga menilai sistem layanan berbasis Business to Business to Customer (B2B2C) yang diterapkan Arab Saudi memberi keleluasaan bagi penyelenggara dalam memilih penyedia layanan sesuai kebutuhan jemaah.

Untuk pelaksanaan haji mendatang, Farid mendorong adanya integrasi yang lebih kuat antara sistem digital Indonesia dengan platform Nusuk milik Arab Saudi.

"Integrasi data akan mempercepat pelayanan dan memudahkan pengelolaan jemaah. Namun, integrasi tersebut juga harus tetap memperhatikan kepentingan dan perlindungan data jemaah Indonesia," katanya.

Farid berharap berbagai inovasi yang telah diterapkan pada musim haji tahun ini dapat terus disempurnakan.

"Sehingga kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang," tandasnya.