Sosialisasi Pendidikan Pancasila Perkuat Karakter Pendidikan di Jakarta

FAZ • Thursday, 12 Mar 2026 - 15:28 WIB

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Kamis (12/3) di P4 Jakarta Pusat. 

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat implementasi Pendidikan Pancasila di satuan pendidikan sekaligus memastikan ketersediaan buku pendidikan yang bermutu sebagai penunjang pembelajaran. 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Supriyatno, menyampaikan bahwa buku memiliki peran strategis dalam transformasi pendidikan nasional. Buku merupakan instrumen utama dalam pelaksanaan kurikulum nasional sehingga pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan buku yang bermutu, terjangkau, dan merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Ia menjelaskan bahwa penyediaan buku pendidikan dilandasi oleh sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2019, serta berbagai peraturan turunan yang mengatur standar mutu, penilaian, hingga penyusunan dan distribusi buku pendidikan. 

Sementara itu, Direktur dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Irene Camelyn Sinaga, menekankan pentingnya penganggaran buku teks utama Pendidikan Pancasila sebagai bagian dari penguatan pemahaman ideologi negara sejak dini. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara dan Indonesia sebagai negara hukum berbentuk republik harus dipahami secara utuh oleh seluruh generasi muda melalui pembelajaran yang sistematis dan didukung oleh ketersediaan buku yang memadai. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa sosialisasi ini tidak sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan upaya bersama untuk merawat fondasi bangsa melalui pendidikan. 

“Penguatan Pendidikan Pancasila juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat melalui pendekatan Tri Sentra Pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga diterapkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.” Ujarnya. 

Kepala Dinas Pendidikan juga menyampaikan bahwa indikator keberhasilan Pendidikan Pancasila tidak semata-mata diukur dari nilai rapor, tetapi dari perubahan perilaku nyata di lingkungan sekolah, seperti menurunnya kasus perundungan, hilangnya kekerasan, serta meningkatnya sikap toleransi di kalangan peserta didik. 

Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan konsep melalui buku teks, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi, menganalisis isu aktual, termasuk fenomena yang berkembang di media sosial, untuk menilai apakah perilaku tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, sekolah juga diharapkan mendorong kreativitas guru agar Pendidikan Pancasila tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran hafalan, melainkan menjadi nilai hidup yang diterapkan dalam keseharian siswa. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan satuan pendidikan di DKI Jakarta dapat semakin memperkuat implementasi Pendidikan Pancasila secara kontekstual, sekaligus memastikan dukungan ketersediaan buku pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik.