Kolaborasi PWRI–Bank Mandiri Taspen Perkuat Silver Economy, Dorong Pensiunan Jadi Pelaku Usaha Produktif

MUS • Thursday, 2 Jul 2026 - 20:03 WIB

Jakarta – Masa pensiun tidak lagi dipandang sebagai akhir dari produktivitas. Sebaliknya, periode purna bakti justru menjadi momentum untuk membangun kemandirian ekonomi, memperluas kontribusi sosial, dan meningkatkan kualitas hidup. Semangat tersebut menjadi dasar penjajakan kerja sama strategis antara Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB-PWRI) dan PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap).

Ketua Umum PB-PWRI, Setyanto P. Santosa, bertemu Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, di Jakarta, Rabu (1/7/2026), guna membahas peluang kemitraan jangka panjang selama lima tahun, periode 2026–2031. Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan sekitar 3,6 juta anggota PWRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari proses penyusunan Program Kerja PWRI yang akan dibahas dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) XV PWRI pada 24–26 Juli 2026 di Jakarta.

Dalam pembahasan tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa rata-rata pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini masih memiliki masa hidup produktif sekitar 20 hingga 30 tahun setelah memasuki purna tugas. Rentang waktu yang panjang tersebut dinilai harus diisi dengan berbagai aktivitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial para pensiunan.

Setyanto P. Santosa menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin mengubah paradigma mengenai masa pensiun. Menurutnya, pensiun bukan berarti berhenti berkarya, melainkan memasuki fase kehidupan baru yang tetap produktif dan bermakna.

Kesepahaman tersebut disambut positif oleh Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan. Ia menjelaskan bahwa Bank Mantap saat ini tengah melakukan transformasi sebagai pelopor Senior Citizen Banking, yakni layanan perbankan yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lanjut usia, terutama para pensiunan ASN.

Menurut Panji, para pensiunan memiliki pengalaman, jejaring, dan kompetensi yang sangat berharga sehingga layak menjadi bagian dari penggerak ekonomi baru melalui konsep The Silver Economy. Karena itu, Bank Mantap berkomitmen menghadirkan ekosistem yang memungkinkan para pensiunan tetap aktif, mandiri, dan produktif secara ekonomi.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana MUNAS XV PWRI, Rusdianto, menyebut kerja sama tersebut sebagai salah satu hadiah terbaik menjelang pelaksanaan MUNAS XV PWRI. Ia menilai sinergi ini merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan kehidupan pasca-pensiun.

"Masa pensiun selama 20 sampai 30 tahun merupakan waktu yang sangat panjang. Jangan sampai para pensiunan terjebak dalam post-power syndrome. Sebaliknya, masa tersebut harus menjadi kesempatan untuk tetap berkarya, sehat, mandiri, dan sejahtera," kata Rusdianto.

Melalui kemitraan ini, Bank Mandiri Taspen menyiapkan berbagai program yang dapat langsung dimanfaatkan oleh anggota PWRI hingga ke tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan ranting.
Program pertama adalah Pilar Mantap Sejahtera, yaitu pemberdayaan ekonomi melalui peluang usaha berkelanjutan.

Para pensiunan akan memperoleh akses terhadap berbagai model usaha mikro, seperti kemitraan Warung Mantap, agen logistik dan kurir, hingga usaha budidaya produktif seperti hidroponik dan jamur. Seluruh usaha tersebut akan didampingi mentor profesional serta didukung fasilitas pembiayaan dengan skema yang ringan.

Program kedua berupa Silver College, yakni wadah transfer pengetahuan bagi para pensiunan yang memiliki pengalaman birokrasi maupun keahlian teknis. Melalui program ini, para anggota dapat memperoleh sertifikasi sebagai mentor bisnis sehingga tetap memiliki peluang memperoleh penghasilan aktif sekaligus membagikan pengalaman kepada generasi berikutnya.

Selanjutnya, Bank Mantap juga menyiapkan program perlindungan dana pensiun melalui pembentukan posko literasi digital di berbagai daerah. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan para pensiunan dalam menghadapi ancaman penipuan digital atau cyber fraud yang belakangan semakin marak.

Sementara itu, dari sisi modernisasi organisasi, PB-PWRI bersama Bank Mandiri Taspen juga mengembangkan konsep Kartu Tanda Anggota (KTA) Smart Card berbasis co-branding dengan kartu debit Bank Mantap.

Kartu tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai identitas anggota, tetapi juga sebagai kartu penerima manfaat pensiun serta memberikan berbagai fasilitas dan potongan harga di jaringan rumah sakit, apotek, hingga layanan transportasi yang bekerja sama dengan Bank Mantap.

PB-PWRI mengimbau seluruh pengurus PWRI di tingkat provinsi, kabupaten/kota, organisasi pensiunan instansi (OPI) BUMN/BUMD, hingga pengurus ranting di seluruh Indonesia untuk bersiap menyambut implementasi program tersebut.

Sosialisasi mengenai mekanisme pendaftaran kemitraan usaha, pelatihan, serta berbagai fasilitas pendukung akan dilakukan secara bertahap oleh Bank Mandiri Taspen melalui kantor cabang di masing-masing daerah setelah keputusan MUNAS XV PWRI resmi disahkan.