Ikatan Notaris Indonesia Apresiasi Keberhasilan Pembentukan 80.068 Koperasi Merah Putih

FAZ • Monday, 21 Jul 2025 - 18:56 WIB

JAKARTA — Ikatan Notaris Indonesia (INI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan pemerintah dalam percepatan pembentukan 80.068 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), yang akan secara resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 21 Juli 2025.

Capaian ini melampaui target yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang sebelumnya ditetapkan sebanyak
80.000 unit.

Dr. H. Irfan Ardiansyah, S.H., LL.M., Sp.N, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk notaris sebagai garda terdepan dalam proses legalisasi pendirian koperasi.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari sejarah besar ini. Para notaris dari seluruh penjuru Indonesia telah bekerja keras, cepat, dan akuntabel untuk memastikan legalitas seluruh koperasi berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Ini adalah bentuk nyata kontribusi notaris bagi pembangunan ekonomi rakyat,” ujar Irfan di Jakarta.

Dari total 80.068 KDMP/KKMP yang telah disahkan:
• 71.397 merupakan koperasi desa baru (KDMP),
• 8.486 merupakan koperasi kelurahan baru (KKMP),
• 141 merupakan koperasi lama yang bertransformasi menjadi KDMP, dan
• 44 merupakan koperasi lama yang bertransformasi menjadi KKMP.

“Atas nama Ikatan Notaris Indonesia, saya menyampaikan terima kasih kepada Tim Adhoc, para Ketua Pengwil, Ketua Pengda, dan seluruh rekan notaris di Indonesia, tak lupa Kementerian Hukum, serta Kementerian Koperasi, yang telah mempercayakan peran penting ini kepada notaris. Kami siap terus mendukung pemerintah dalam penguatan kelembagaan ekonomi rakyat ke depan,” tambah Irfan.

Ikatan Notaris Indonesia berharap koperasi-koperasi yang terbentuk dapat menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.