1.737 Karya Meriahkan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Fadli Zon: Tradisi Lisan Bentuk Generasi Tangguh

AKM • Thursday, 25 Jun 2026 - 04:28 WIB
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

JAKARTA – Kekayaan cerita rakyat Nusantara kembali mendapat panggung nasional melalui Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang digelar Kementerian Kebudayaan di Jakarta. Ajang tersebut menjadi ruang apresiasi bagi para pegiat budaya, pendidik, orang tua, remaja, anak-anak, hingga penyandang disabilitas yang berkontribusi melestarikan tradisi lisan Indonesia melalui berbagai karya kreatif.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa Gala Cerita Rakyat Indonesia bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya strategis menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

"Kegiatan ini adalah momentum untuk menghargai karya, merawat identitas bangsa Indonesia, dan melestarikan tradisi lisan sebagai objek pemajuan kebudayaan," kata Fadli Zon dalam konferensi pers usai Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut Fadli, tradisi bercerita memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Cerita rakyat tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga menjadi media pewarisan nilai, etika, keteladanan, dan kearifan lokal yang telah hidup selama berabad-abad di berbagai daerah Indonesia.

"Saya kira ketika dewasa kita akan mempunyai satu generasi yang lebih utuh, yang lebih tangguh. Karena itulah kita mulai dengan Gala Cerita Indonesia," ujarnya.

Photo Bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dengan Para Peserta

Antusiasme Tinggi dari Seluruh Nusantara

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah karya yang masuk selama pelaksanaan program. Kementerian Kebudayaan mencatat lebih dari 1.737 karya berhasil dihimpun dari sekitar 34 provinsi di Indonesia.

Para peserta berasal dari lima kategori utama, yakni anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, dan kategori umum, serta kategori apresiasi inklusif yang memberikan ruang bagi peserta berkebutuhan khusus.

"Pesertanya cukup banyak dan antusias. Lebih dari 1.737 karya berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan sekitar 34 provinsi," ujar Fadli.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa cerita rakyat masih memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia. Di tengah dominasi budaya populer dan konten digital, kisah-kisah tradisional tetap mampu menarik perhatian lintas generasi.

Warisan dari Ribuan Pulau dan Ratusan Bahasa

Fadli menilai besarnya potensi cerita rakyat Indonesia tidak terlepas dari keragaman budaya bangsa. Indonesia memiliki sekitar 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, dan lebih dari 17 ribu pulau yang menyimpan beragam legenda, mitos, serta cerita kepahlawanan lokal.

Hampir setiap daerah memiliki kisah yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas komunitasnya. Kekayaan tersebut menjadi aset budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.

"Cerita-cerita rakyat itu pasti banyak nilai-nilai yang membawa keteladanan, mentransfer berbagai nilai yang baik kepada anak-anak kita, remaja-remaja kita, sekaligus menghidupkan kesadaran budaya, membentuk jati diri, identitas, dan membangun karakter," ujarnya.

Akan Didiseminasikan ke Tujuh Wilayah Indonesia

Sementara itu, anggota Dewan Juri Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Neno Warisman, mengatakan gerakan pelestarian cerita rakyat tidak berhenti pada ajang penghargaan semata.

Pihaknya akan melaksanakan program diseminasi nasional di tujuh wilayah Indonesia guna memperluas jangkauan pelestarian tradisi lisan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Neno, langkah tersebut dilakukan agar semangat melestarikan cerita rakyat tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara luas.

"Kami ingin gerakan ini berjalan secara terarah dan tidak dilakukan secara asal-asalan. Karena itu diperlukan upaya penyebaran yang lebih terstruktur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas," katanya.

Menjaga Jati Diri Bangsa

Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah menghidupkan kembali budaya bertutur yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Nusantara. Di tengah tantangan era digital, cerita rakyat dinilai tetap relevan sebagai sarana pendidikan karakter, penguatan identitas nasional, sekaligus media pewarisan nilai-nilai luhur bangsa.

Melalui ajang ini, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan cerita rakyat Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai.