
Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta menjalin kerja sama kelembagaan dengan Karang Taruna Jakarta dalam rangka memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal dan kelompok rentan di wilayah ibu kota.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan pada Senin sore (16/6) di Graha BPJS Ketenagakerjaan, Salemba, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta, Deny Yusyulian, dan Ketua Karang Taruna DKI Jakarta, Akmal B.Y., serta disaksikan oleh Staf Ahli Gubernur DKI Jakarta, Raihanda Rafi.
Dalam sambutannya, Akmal B.Y.—yang juga menjabat sebagai Komisioner BPKN RI—menyatakan Karang Taruna DKI Jakarta telah membentuk Unit Teknis Khusus untuk mengawal pelaksanaan kerja sama ini di lapangan.
"Kerja sama ini sangat penting dan harus direncanakan dengan matang serta diimplementasikan secara optimal agar hasilnya nyata. Tujuannya adalah memastikan anggota Karang Taruna sebagai SDM Jakarta terlindungi, sekaligus menjangkau pekerja non-formal, pekerja GIG, Gen Z yang aktif di sektor informal, hingga para UMKM, youtuber, atlet, ART, driver, dan asisten pribadi,” ujar Akmal.
Ia menambahkan di tengah ketidakpastian ekonomi dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), perlindungan sosial menjadi sangat krusial. Melalui kerja sama ini, Karang Taruna akan membentuk Taruna Ketenagakerjaan, sebagai agen di tiap RW untuk membantu sosialisasi dan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta, Deny Yusyulian, menyampaikan bahwa masih ada sekitar tiga juta penduduk Jakarta yang belum terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kerja sama ini adalah bagian dari strategi kami untuk menjangkau kelompok tersebut. Kami libatkan organisasi masyarakat agar bisa membantu edukasi, sosialisasi, dan memfasilitasi proses pendaftaran,” jelas Deny.
Raihanda Rafi selaku Staf Ahli Gubernur DKI Jakarta turut mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sangat peduli terhadap peningkatan kualitas SDM Jakarta dan mendukung penuh program-program perlindungan sosial seperti ini.
"Menuju 500 tahun Jakarta, kita ingin semakin banyak kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” kata Raihanda.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Iksarudin, juga menyambut baik MoU ini. Ia berharap kerja sama dengan Karang Taruna menjadi pemicu bagi organisasi lain untuk turut aktif memberikan perlindungan kepada para pekerja mandiri.
“Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bergotong royong mewujudkan universal coverage perlindungan ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja yang belum terlindungi,” ujarnya.
Iksarudin menegaskan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, termasuk kemudahan dalam proses pendaftaran, pembayaran iuran, dan pengajuan klaim.
Sebagai penutup, ia menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat mendukung tujuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya melalui perlindungan jaminan sosial yang lebih luas dan inklusif.