Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Momentum Bersejarah Pertemuan Prabowo dan Megawati

FAZ • Tuesday, 3 Jun 2025 - 19:10 WIB

JAKARTA - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar pada 2 Juni 2025 di Gedung Pancasila Pejambon Jakarta Pusat, menjadi sebuah peristiwa yang penuh makna dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan, acara kenegaraan tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi nilai-nilai luhur Pancasila, tetapi juga menyuguhkan pemandangan yang menyentuh hati publik: pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kehadiran Prabowo dan Megawati dalam satu forum resmi kenegaraan menjadi sorotan utama. Momen ini merupakan kali pertama keduanya tampil bersamaan dalam acara resmi negara sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024. 

Meski memiliki latar belakang sejarah politik yang berwarna, pertemuan ini memperlihatkan kedewasaan sikap kenegarawanan yang luar biasa. Prabowo tampak menghampiri Megawati dengan senyum hangat, lalu keduanya saling bersalaman dan bertukar sapa dengan penuh rasa hormat. Keduanya tampak berdiri berdampingan dengan penuh wibawa, menyapa tamu undangan serta menyimak jalannya upacara dengan khidmat.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak berdiri di belakang Megawati, menunjukkan gestur yang penuh hormat terhadap tokoh senior bangsa tersebut. Gibran, yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo, hadir sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan nasional lintas generasi. Ia tampak mendampingi dengan tenang dan sigap, mencerminkan peran strategisnya sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadikan Pancasila sebagai dasar moral dan ideologis dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. 

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga bintang penuntun dalam setiap langkah pembangunan bangsa ini. Hari ini, kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi meneguhkan kembali tekad kita sebagai anak bangsa untuk terus merawat nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati menjadi simbol kuat kesatuan dan persatuan nasional. Dalam beberapa kesempatan selama acara, keduanya terlihat berbincang santai dan saling menunjukkan rasa hormat satu sama lain. Gestur akrab itu menjadi penanda penting bahwa perbedaan di masa lalu tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan yang lebih besar, yaitu Indonesia.

Megawati sendiri hadir dengan kharisma seorang negarawan senior dan dihormati. Ia duduk di barisan depan bersama jajaran pejabat tinggi negara lainnya Sebagai putri dari Presiden Soekarno, penggagas utama Pancasila, kehadiran Megawati dalam momen ini menjadi simbol kontinuitas sejarah bangsa.

Tak hanya tokoh-tokoh nasional, berbagai elemen masyarakat turut hadir dalam acara tersebut: Menteri Kabinet Merah Putih, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. 

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, namun memiliki makna historis mendalam bahwa tanpa Pancasila, bangsa ini akan hancur. Hal ini ditekankan betul oleh Presiden RI dalam amanatnya dan Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarno Putri melalui pernyataannya seperti yang ditayangkan dalam Profil BPIP.  

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 ini juga menjadi momentum terjalinnya hubungan yang harmonis dan keteladanan para negarawan. Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri menjadi bukti bahwa kepentingan nasional mampu berdiri dan mengalahkan kepentingan sempit, demi kemajuan bangsa. 

Momentum pertemuan para tokoh bangsa sekaligus negarawan pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila menunjukkan arah Indonesia yang penuh harapan, persatuan, dan semangat gotong royong yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila.