Jelang Musim Kemarau, Menteri LH Tegaskan Pentingnya Aksi Bersama Cegah Karhutla

FAZ • Sunday, 25 May 2025 - 10:15 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya aksi bersama dalam menghadapi risiko kebakaran lahan yang terus mengancam wilayah-wilayah rawan di Indonesia, terutama menjelang kemarau. 

“Kebakaran lahan bukan hanya urusan pemerintah. Dunia usaha, terutama yang mengelola lahan dalam skala besar, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat,” ucap Menteri Hanif dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu (25/5/2025).

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Pengendalian Kebakaran Lahan yang digelar di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (24/5), Hanif mengatakan kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan upaya kebakaran lahan. 

“Konsolidasi hari ini merupakan contoh konkret bahwa pencegahan bisa dimulai dari lapangan,” kata Hanif. 

Selain itu, Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dari wilayah rawan kebakaran lahan lainnya seperti Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung, dan jajaran pimpinan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). 

Oleh karena itu, Hanif menyebut kehadiran para pihak tersebut menunjukan komitmen kolektif antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kelestarian alam.

Secara nasional, sejak 1 Januari hingga 22 Mei 2025, tercatat sebanyak 179 kejadian kebakaran lahan di sejumlah provinsi, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. 

Meskipun angka tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Hanif mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada.

“Angka tersebut tetap menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak lengah dalam menghadapi musim kemarau mendatang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hanif berharap peran aktif 146 perusahaan anggota Gapki dan 317 perusahaan lainnya di wilayah Sumatera bagian Selatan dapat memperkuat pencegahan kebakaran lahan, guna mendukung target nasional zero kejadian kebakaran lahan. 

“Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan-perusahaan di sektor perkebunan kelapa sawit, Gapki memiliki posisi strategis dalam mendorong tindakan nyata di lokasi kerja maupun area sekita,” ujar Hanif.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sesi konsolidasi lapangan juga dilakukan untuk menunjukkan kesiapan di tingkat operasional. 

Dalam kesempatan tersebut, PT Sawit Mas Sejahtera selaku tuan rumah memaparkan sistem kesiapsiagaan perusahaan, mulai dari strategi pengendalian kebakaran lahan, pemeriksaan peralatan pemadaman, hingga kesiapan personel. Menteri Hanif turut menyaksikan simulasi penanggulangan kebakaran lahan sebagai gambaran nyata terhadap pentingnya respons cepat di lapangan.

“Perlu adanya dukungan kepada instansi, lembaga, dan masyarakat untuk upaya strategis berskala besar, seperti patroli bersama, operasi modifikasi cuaca, hingga pemadaman apabila kondisi darurat terjadi,” kata Hanif.

Sementara itu, Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen kolektif terhadap pelestarian lingkungan. Menteri Hanif juga memberikan apresiasi kepada GAPKI atas komitmen dan partisipasi aktif dalam upaya pengendalian kebakaran lahan di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh pimpinan perusahaan yang tergabung dalam Gapki atas komitmen kuat yang telah ditunjukkan dalam pengendalian kebakaran lahan,” pungkas Hanif.