Kementan Perkuat Pendidikan Pertanian, Dorong Keberlanjutan Program PHLN

FAZ • Thursday, 19 Dec 2024 - 16:58 WIB

MALANG – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah konkret adalah penyelenggaraan Rapat Evaluasi Lingkup Pendidikan Pertanian dan Strategi Keberlanjutan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang berlangsung di Malang pada 18-20 Desember 2024.  

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan sektor pertanian.

“Melalui program ini, generasi muda tidak hanya diberikan edukasi tentang pertanian, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dari sektor hulu hingga hilir. Hal ini memungkinkan mereka menghadapi tantangan industri dengan inovasi dan kreativitas,” ujar Mentan.  

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan penggunaan anggaran melalui pelaksanaan yang efektif dan efisien.

"Proses pengawalan YESS-SI, termasuk negosiasi, harus dilakukan dengan cermat agar program berjalan maksimal," katanya.  

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menambahkan bahwa sinergi dan budaya kerja yang solid merupakan fondasi keberhasilan program.

"Sinergi dan budaya kerja yang kuat adalah kunci keberlanjutan program ini," tuturnya.  

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, memaparkan beberapa strategi utama keberlanjutan program, seperti exit strategy, penguatan SDM kewirausahaan, kolaborasi, koordinasi, regulasi, standarisasi, dan pendampingan. Ia juga menekankan pentingnya penyamaan persepsi antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan SMK-PP terkait brigade pangan untuk mendukung implementasi program.  

Selain itu, Amin menyoroti tiga pilar utama untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi, yakni kualitas lulusan, kurikulum, dan dosen.

"Kualitas perguruan tinggi adalah penentu keberhasilan SDM pertanian di masa depan," jelasnya.  

Acara ini dihadiri oleh pimpinan berbagai institusi pendidikan seperti Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Malang, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, SMK-PP Banjarbaru, SMK-PP Sembawa, dan SMK-PP Kupang.  

Selain itu, tim National Program Manager Unit (NPMU) dan manajer Programme Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari empat provinsi—Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan—juga turut hadir, menunjukkan sinergi lintas wilayah untuk keberhasilan program.  

 Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan pertanian, mendukung kesejahteraan petani muda, dan mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.  

Dengan langkah ini, Kementan berharap dapat menciptakan generasi petani muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga inovatif dan siap menghadapi dinamika industri pertanian global.