
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menegaskan transformasi pendidikan menjadi fondasi utama dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Kurniasih dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Menata Masa Depan: Transformasi Pendidikan Indonesia untuk Generasi Emas” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
"Dasarnya tentu pendidikan, karena melalui pendidikan kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global," ujar Kurniasih.
Menurut legislator Fraksi PKS tersebut, transformasi pendidikan harus tetap berpijak pada amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi unggul.
Ia menilai digitalisasi pendidikan menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan teknologi. Namun, pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
"Digitalisasi pembelajaran sangat penting karena kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tetapi di sisi lain, masih ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T," katanya.
Selain akses pendidikan, Kurniasih juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan peningkatan kesejahteraan guru serta dosen yang saat ini menjadi perhatian dalam pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
"Guru dan dosen adalah pihak yang akan mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional," tegasnya.
Peduli Pendidikan
Dalam kesempatan yang sama, KWP bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar aksi sosial bertajuk "KWP Berbagi! KWP Peduli Pendidikan" dengan menyalurkan 2.000 paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Ketua KWP Ariawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap dunia pendidikan, khususnya menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
"Kita ingin tidak hanya meliput dan memberitakan kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bagian yang ikut berkontribusi membantu adik-adik kita agar memiliki semangat belajar yang lebih tinggi," ujar Ariawan.
Menurutnya, kolaborasi dengan BNI memungkinkan bantuan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.
"Kami bersama BNI membagikan total 2.000 paket perlengkapan sekolah sebagai bentuk kepedulian wartawan parlemen terhadap dunia pendidikan," katanya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh sejumlah anggota DPR RI dan perwakilan BNI, di antaranya Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib, CSR Department Head BNI Kliko TB Mulyono, serta Ketua KWP Ariawan.
Sinergi antara komunitas pers, parlemen, dan BUMN tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus mendukung upaya bersama mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045.