.jpg)
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menerima kunjungan Gubernur Daerah Otonomi Etnis Zhuang Guangxi, Lan Tianli, dalam rangka mempererat kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok di bidang pendidikan vokasional. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam menghadapi era transformasi ekonomi.
Pratikno menyatakan, kerjasama ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan SDM terampil yang tidak hanya melibatkan peneliti dan ilmuwan, tetapi juga teknisi lulusan pendidikan vokasional.
"Aliansi pendidikan vokasional antara industri dan pemerintah Indonesia-Tiongkok telah melibatkan 126 lembaga. Dukungan meliputi pelatihan guru, dosen, beasiswa, hingga magang di industri Tiongkok," ungkap Pratikno, di Kantor PMK, Kamis (28/11/2024).
Selain meningkatkan kualitas SDM, ia menekankan bahwa program ini menjadi bagian dari diplomasi antarbangsa. "Ini adalah langkah strategis untuk mempererat persaudaraan antara kedua negara," tambahnya.
Gubernur Daerah Otonomi Etnis Zhuang Guangxi, Lan Tianli juga menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang telah terjalin selama hampir satu dekade. Ia menyoroti pentingnya pendidikan vokasional dalam mendukung proyek-proyek besar, seperti pengembangan mobil listrik dan kawasan industri terpadu Indonesia-Tiongkok. "Karyawan lokal yang mendukung proyek ini telah dilatih melalui kerjasama pendidikan vokasional antara kedua negara," jelasnya.
Lan Tianli optimis bahwa kerjasama ini sejalan dengan visi kedua negara untuk meningkatkan kualitas ekonomi. "Melalui pendidikan vokasi berkualitas tinggi, kita dapat mempercepat transformasi ekonomi dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan kedua bangsa," tegasnya.
Kerjasama ini diharapkan terus berkembang dan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok, sekaligus mendorong pengembangan SDM yang mampu bersaing di kancah global.