IKADI Gelar Munas IV 2026, Perkuat Sinergi Dakwah Menuju Indonesia Emas 2045

AKM • Saturday, 7 Nov 2026 - 11:25 WIB
Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV pada 20–22 November 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

JAKARTA – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV pada 20–22 November 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta merumuskan arah dakwah dalam menghadapi tantangan umat dan bangsa.

Ketua Umum IKADI, Dr. K.H. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., dalam keterangan tertulis kepada media, Sabtu (7/11/2026), menjelaskan bahwa Munas IV mengusung tema “Sinergi IKADI dalam Mewujudkan Umat Berdaulat dan NKRI Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan tagline “IKADI Berdaya, Umat Berdaulat, Indonesia Kuat.”

Menurutnya, Munas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk menentukan arah perjalanan IKADI ke depan.

“Melalui Munas IV ini, kami ingin memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta merumuskan langkah-langkah strategis agar dakwah IKADI semakin relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan bangsa,” tambahnya.

Munas merupakan forum permusyawaratan tertinggi IKADI. Sejumlah agenda penting akan dibahas, meliputi perubahan dan pengesahan AD/ART, pemilihan Ketua dan Anggota Dewan Syuro, serta Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKADI.

Forum tersebut juga akan membahas berbagai persoalan aktual umat dan bangsa serta merumuskan rekomendasi strategis sebagai kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional.

Munas IV direncanakan diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas 380 perwakilan Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah serta 120 peserta dari unsur Dewan Syuro dan Pengurus Pusat. Selain itu, sekitar 5.000 orang ditargetkan turut meramaikan rangkaian kegiatan.

Dai Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan Bangsa

IKADI memandang dai memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pembimbing spiritual, tetapi juga sebagai pendidik, penggerak pemberdayaan masyarakat, penguat moralitas, dan perekat persatuan bangsa.

“Dai harus mampu hadir di tengah masyarakat dengan dakwah yang mencerahkan, menyejukkan, dan memberikan solusi. Dakwah tidak cukup hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial dan kebangsaan,”  jelas Ketua Umum IKADI.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial, diperlukan dai yang memiliki kompetensi, wawasan luas, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika masyarakat.

Gelar Berbagai Program Unggulan Pra-Munas

Menjelang Munas, IKADI telah melaksanakan sejumlah program unggulan, di antaranya Lomba Dakwah Digital Nasional IKADI, Majelis Qur'an IKADI, Pelatihan 10.000 Khatib, serta santunan dengan target 1.000 anak yatim.

Program Pelatihan 10.000 Khatib yang digelar serentak pada 27 Oktober 2026 diikuti lebih dari 10.000 peserta dari berbagai wilayah dan daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori pelatihan khatib secara serentak dengan peserta terbanyak.

Selain itu, rangkaian Munas IV juga akan diisi seminar nasional, seminar internasional, bazar rakyat dan UMKM, serta kegiatan sosial dan keumatan.

IKADI berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memperluas manfaat dakwah, sekaligus memperkuat pemberdayaan dan kepedulian sosial masyarakat.

Ajak Media dan Masyarakat Perkuat Sinergi

Melalui Munas IV, IKADI berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara dai, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, media, dan seluruh elemen bangsa.

“Kami berharap Munas IV menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa. IKADI ingin terus mengambil bagian dalam membangun umat yang berdaya, memperkokoh persatuan, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tandas Ahmad Kusyairi .