
Jakarta — PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (Diagnos) bersama PT Morula Indonesia (Morula IVF Indonesia), keduanya bagian dari Bundamedik Healthcare System (BMHS), menyelenggarakan PGT Clinical Forum 2026 dengan tema “PGT in Modern IVF: Advances in Genetics, Technology, and Clinical Practice”. Forum yang berlangsung di Diagnos Tower Ballroom ini mempertemukan para klinisi dan pemangku kepentingan di bidang reproductive medicine, genetika, dan diagnostik untuk membahas perkembangan terkini layanan bayi tabung dan teknologi genomik.
Perkembangan Assisted Reproductive Technology (ART) termasuk program in vitro fertilization (IVF) semakin pesat seiring kemajuan kedokteran, embryology, dan teknologi genomik. Salah satu inovasi penting adalah Preimplantation Genetic Testing (PGT) yang kini menjadi bagian integral dari IVF modern. PGT mencakup PGT-A untuk mendeteksi aneuploidy, PGT-M untuk gangguan monogenik, dan PGT-SR untuk kelainan struktural kromosom. Teknologi ini mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat dan personal bagi pasangan yang menjalani program IVF.
Pemanfaatan Next-Generation Sequencing (NGS) menjadi tonggak baru dalam reproductive genomics. Pada PGT-A, biopsi embrio diproses dengan whole-genome amplification lalu dianalisis melalui low-coverage sequencing untuk mendeteksi kelainan kromosom. Teknologi ini juga memungkinkan analisis SNPs sehingga meningkatkan akurasi, mencegah risiko tertukar, dan menyederhanakan proses PGT-A, PGT-M, serta PGT-SR. NGS juga dapat digunakan untuk carrier screening pada calon orang tua dan Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) melalui analisis cell-free DNA dari darah maternal. Dengan demikian, teknologi genomik mendukung perjalanan reproduksi mulai dari perencanaan kehamilan, tahap embrio, hingga masa prenatal.
Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Sp.O.G., FRANZCOG, yang membuka forum, menekankan pentingnya melihat perkembangan IVF secara komprehensif. Menurutnya, IVF tidak hanya berfokus pada fertilisasi dan kehamilan, tetapi juga pada integrasi praktik klinis, genetika, teknologi, dan diagnostik laboratorium untuk menghadirkan layanan reproduksi yang lebih personalized dan evidence-based. Forum ini juga menghadirkan perspektif global, pembaruan teknologi NGS, serta berbagi pengalaman klinis dari sejumlah pakar, di antaranya Sijia Lu, Ph.D., dr. Ricky Tjahjadi, Sp.PK, dr. Susan Melinda, Sp.O.G., dan Dr. Caroline Hutomo, Sp.OG, FIICOG.
Sejalan dengan itu, Diagnos memperkenalkan instrumen NGS GeneMind sebagai bagian dari penguatan layanan genomik. Teknologi sequencing dan analisis bioinformatika memungkinkan data genetik diinterpretasikan secara klinis untuk mendukung keputusan pasien dan dokter.
Direktur Utama Diagnos, Fergus Richard, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan teknologi diagnostik di Indonesia. “Penguatan layanan PGT tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga membangun ekosistem yang mengintegrasikan genomics, diagnostics, dan clinical expertise. Dengan PGT-A, PGT-M, dan PGT-SR, kami menghadirkan layanan genetik yang lebih komprehensif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pertumbuhan permintaan turut menjadi salah satu pendorong Diagnos dalam memperkuat kapabilitas layanan PGT. Permintaan pemeriksaan PGT terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan volume pada 2026 diperkirakan tumbuh sekitar 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren tersebut mendorong penguatan kapasitas laboratorium dan teknologi genomik untuk mengantisipasi kebutuhan layanan yang terus berkembang.
Melalui kolaborasi Diagnos dan Morula IVF dalam ekosistem BMHS, layanan PGT diharapkan semakin memperkuat ekosistem IVF dan reproductive genomics di Indonesia. Ke depan, penguatan layanan ini akan berjalan seiring dengan perkembangan teknologi, peningkatan kapasitas laboratorium, serta kolaborasi multidisiplin. “Dari genomik ke clinical decision, dari teknologi menuju clinical practice, dan pada akhirnya mendukung perjalanan setiap pasangan dalam program IVF,” tutup Fergus Richard.