Kemdiktisaintek Gelar Tiga Forum Nasional, Fokus Perkuat Riset, Kampus, dan Jurnal Ilmiah

AKM • Tuesday, 3 Nov 2026 - 07:24 WIB
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman (Paling Kanan) dan Didampingi Pejabat Lainnya.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menggelar tiga forum nasional sepanjang November 2026 untuk memperkuat ekosistem riset, pendidikan tinggi, inovasi, dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Ketiga agenda tersebut yakni Konvensi Nasional Tata Kelola dan Integritas Jurnal Ilmiah (KJTI), Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI), serta Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI).

Rencana penyelenggaraan ketiga kegiatan itu disampaikan dalam taklimat media oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, dan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani, Senin (2/11).

KSTI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, dengan tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”.

Forum ini akan menampilkan sekitar 500 produk riset hasil kurasi dari 850 usulan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Berbagai agenda turut disiapkan, seperti robot challenge, hackathon, diskusi panel, business matching, dan innovation tour.

Memberikan Dampak

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman mengatakan, KSTI diarahkan untuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

“Kami mengedepankan bagaimana pentingnya agar ilmu pengetahuan menjadi dampak, knowledge to impact,” ujarnya kepada Media, Jakarta, Senin (2/11).

Sementara itu, KPPTI 2026 akan berlangsung pada 11–13 November di Universitas Airlangga, Surabaya. Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis”, forum ini akan membahas peningkatan akses, mutu, relevansi, dan dampak pendidikan tinggi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi menyebut KPPTI menjadi ruang pertukaran pengalaman dan penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi.

"Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan 12 sesi tematik dan 48 paparan praktik baik. Tiga inisiatif yang akan diluncurkan meliputi Digital Maturity Index, kerangka pemanfaatan generative AI yang beretika, serta konsorsium rumah sakit pendidikan," jelasnya.

Adapun KJTI 2026 akan digelar pada 9 November di Universitas Ciputra dengan tema “Memperkuat Integritas Tata Kelola Publikasi Ilmiah Indonesia”.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani mengungkapkan, Indonesia memiliki sekitar 29 ribu jurnal ilmiah, dengan sekitar 16 ribu di antaranya telah terakreditasi. Namun, jurnal yang masuk kategori SINTA 1 baru sekitar 1,5 persen dari total jurnal terakreditasi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengelolaan dan integritas publikasi ilmiah.

KJTI akan melibatkan pengelola jurnal, penerbit, peneliti, perpustakaan perguruan tinggi, dan asosiasi keilmuan. Sejumlah penerbit internasional, seperti Elsevier, Taylor & Francis, Sage, Emerald, Wiley, dan Springer, juga dijadwalkan hadir.

Forum ini turut memberikan SINTA Award kepada sembilan jurnal terbaik dari bidang STEM, sosial humaniora, dan multidisiplin.

Melalui ketiga kegiatan tersebut, Kemdiktisaintek mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, industri, dan masyarakat. Hasil forum diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan serta kerja sama konkret untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Alternatif judul:

  1. Kemdiktisaintek Siapkan Tiga Forum Nasional, Riset dan Kualitas Kampus Jadi Fokus

  2. Tiga Agenda Besar Kemdiktisaintek Digelar November 2026, Ini Fokus Pembahasannya

  3. Perkuat Riset dan Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek Gelar Tiga Konvensi Nasional