BPYC 2026 Hadirkan 56 Pembicara, Ajak Profesional Muda Berkolaborasi Lintas Generasi

AKM • Wednesday, 28 Oct 2026 - 06:32 WIB
Konpers Penyelenggaraan Beyond Professional Youth Con (Bpyc) 2026 pada 31 Oktober–1 November 2026.

JAKARTA — Beyond Professional Youth Con (BPYC) 2026 akan mempertemukan profesional muda, pelaku industri, pejabat publik, akademisi, dan pegiat komunitas dalam konferensi lintas profesi di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober–1 November 2026. Kegiatan ini menargetkan perluasan akses pengembangan kapasitas, jejaring, dan kolaborasi bagi generasi muda.

Konferensi yang digelar menjelang peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda tersebut menghadirkan 56 pembicara, sekitar 50 komunitas, serta sejumlah kreator dan influencer. Topik yang dibahas mencakup pemerintahan, teknologi, kesehatan, pendidikan, bisnis, industri kreatif, hingga gerakan sosial.

Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata, Revie Sylviana dari Meta, serta dokter Ryan Rhiveldi Keswani. Nama lain yang tercantum dalam daftar pembicara adalah Riza Putranto, Willie Salim, Tsamara Amany, Fathia Fairuza, dan Annisa Rengganis.

Ketua Umum Beyond Professional, Lutfi Dipa Nawahasta (Kiri) Didampingi Pengurus Lainnya.

Ketua Umum Beyond Professional, Lutfi Dipa Nawahasta, mengatakan BPYC dirancang sebagai ruang pertemuan bagi anak muda dari beragam latar belakang pendidikan, profesi, industri, dan organisasi.

“Beyond Professional terbuka untuk semua. Kami ingin mempertemukan profesional muda, mahasiswa, pekerja, wirausahawan, dan penggerak komunitas agar dapat saling belajar, memperluas jejaring, serta menemukan peluang untuk berkembang,” kata Lutfi kepasa Media, Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut dia, konferensi ini juga menjadi sarana mendukung pengembangan keterampilan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan kesempatan kerja. Penyelenggara membuka akses gratis untuk sejumlah rangkaian kegiatan agar dapat dijangkau lebih banyak peserta.

Bahas reformasi dan tantangan lintas disiplin

Ketua Komite BPYC 2026, Rian Fahardhi, mengatakan pengembangan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan perubahan sistem, institusi, dan teknologi.

“Reformasi besar-besaran harus dimulai dari manusianya. Kita membutuhkan generasi profesional yang memiliki integritas, kompetensi, dan akuntabilitas,” ujar Rian.

Salah satu format yang disiapkan adalah panel bertajuk “Tiga Generasi, Tiga Disiplin, Satu Pertanyaan Besar”. Forum ini mempertemukan pembicara dari generasi dan bidang keahlian berbeda untuk membahas persoalan dari berbagai sudut pandang.

Menurut Rian, pendekatan lintas disiplin diperlukan karena tantangan masa depan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu bidang keahlian. Dialog antara pelaku teknologi, psikolog, pendidik, industri, pejabat publik, dan kreator digital diharapkan membuka ruang pertukaran gagasan.

Selain konferensi profesional, BPYC 2026 menghadirkan Youth Talk yang melibatkan komunitas, organisasi sosial, dan inisiatif anak muda. Salah satu mitra komunitasnya adalah Sekolah Tanah Air, gerakan sosial pendidikan yang diinisiasi Rian.

Melalui gerakan Gotong Royong 1000 Sekolah, Sekolah Tanah Air mendorong perbaikan fasilitas belajar, penguatan literasi, dan peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Youth Talk mengangkat empat tema, yakni Beyond Creativity, Beyond Community, Beyond Ideas, dan Beyond Impact. Tema-tema tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan membahas kontribusi komunitas dalam bidang pendidikan, lingkungan, kreativitas, kesehatan mental, serta pemberdayaan masyarakat.

Sediakan pelatihan keterampilan dan akses karier

BPYC 2026 juga mengusung tujuh tema Youth Con, yaitu Beyond Self, Beyond Wellness, Beyond Culture, Beyond Work, Beyond Education, Beyond Organization, dan Beyond Power.

Di luar sesi diskusi, peserta dapat mengikuti kegiatan walk-in interview serta program peningkatan keterampilan bersama UpYours melalui pendekatan upskilling dan reskilling. Rangkaian ini diarahkan untuk menghubungkan pengembangan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

BPYC 2026 dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–20.00 WIB. Penyelenggara menyebut Youth Con Stage dibuka gratis dengan kuota 1.000 peserta, sementara Youth Talk juga dapat diikuti tanpa biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Akses gratis tersebut didukung Telkomsel sebagai mitra strategis, bersama Yayasan Prana Aksara Rakyat, BNI, dan AirNav Indonesia. Informasi serta pendaftaran tersedia melalui situs www.beproyouthcon.com.

Melalui konferensi ini, penyelenggara berharap pertemuan lintas generasi, profesi, dan komunitas dapat menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan. Namun, dampak kegiatan terhadap peningkatan keterampilan, kesempatan kerja, dan kontribusi sosial akan bergantung pada tindak lanjut setelah konferensi berlangsung.