H20 2026 Libatkan 48 Negara, Perkuat Kolaborasi Ekosistem Halal Global

AKM • Friday, 18 Sep 2026 - 20:08 WIB
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan

Jakarta --- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 dengan tema “Bridging Bridges: Connecting Nations & Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy.  H20 2026 dihadiri oleh 450 participants perwakilan dari 48 negara dan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi global dalam membangun ekosistem halal yang semakin terintegrasi dan inklusif. 

Forum H20 dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman, serta Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana. 

Hadir pula Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, Menteri Food and Drug Safety Republik Korea Yu-Kyoung Oh, Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid, para duta besar negara sahabat, perwakilan lembaga sertifikasi halal internasional, mitra strategis halal dalam dan luuar negeri.

Forum H20 mempertemukan lembaga halal, regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas penguatan tata kelola halal, kemudahan perdagangan lintas batas, serta pengembangan ekonomi halal secara lebih luas.

Dalam forum yang dihadiri oleh ratusan stakeholder jaminan produk halal dalam dan luar negeri tersebut, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai bahwa halal memiliki karakter universal yang menjadi modal dalam penguatan kerja sama halal global. 

"Halal is one language! Because halal in Korean language is halal. In Arabic, halal is halal. In Russian, halal is halal. In Argentina, halal is halal. In Brazil, yes Brazil, halal is halal. China? China, halal is halal. See? This is a miracle." ujar Babe Haikal, sapaan akrab Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. 

Babe Haikal juga menyoroti pentingnya memperkuat pemahaman halal yang dapat diterima secara luas di berbagai negara. Konsep halal diterima sebagai konsep yang sehat dan baik oleh banyak orang terlepas latar belakang suku, bangsa, agama, dan budayanya. 

“Halal bukan hanya untuk Muslim saja. Halal juga berkaitan dengan kesehatan, transparansi, traceability. Halal adalah simbol kesehatan, double clean. Halal is elite food, halal is high and no higher than halal,” lanjut Babe Haikal. 

Perkembangan ekosistem halal, lanjutnya, perlu dilihat secara lebih komprehensif. Industri halal juga tidak hanya mencakup makanan dan minuman saja, tetapi juga mencakup berbagai jenis produk seperti kosmetik, obat, barang gunaan dan sebagainya sebagaimana diatur dalam regulasi Jaminan Produk Halal (JPH). 

Menurutnya, semangat tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama yang mampu meningkatkan keterhubungan ekosistem halal antarnegara.

"Penguatan kerja sama dapat mencakup pengakuan sertifikasi, harmonisasi standar, pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas lembaga, kemudahan perdagangan produk halal lintas negara, dan sebagainya yang dilaksanakan atas prinsip saling menguntungkan," tandasnya.

Dalam konteks kawasan, H20 yang digelar dari tanggal 18 sampai dengan 20 September tersebut juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat kerja sama halal di kawasan ASEAN. Salah satunya melalui pembahasan pembentukan ASEAN Halal Council. Penguatan kerja sama regional tersebut menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk meningkatkan konektivitas ASEAN dengan ekosistem halal global. Kolaborasi dimaksudkan agar perdagangan produk halal dapat berlangsung semakin mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.