
JAKARTA – Pameran ALLPack Indonesia 2026 resmi digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 20–23 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-25, ajang industri pengemasan dan pengolahan ini menghadirkan lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara, sekaligus menjadi momentum penguatan daya saing industri manufaktur nasional.
Dalam pembukaan pameran, Menteri Perindustrian M. Sarmuji menilai tingginya partisipasi pelaku industri, termasuk dari dalam negeri, mencerminkan peluang pertumbuhan industri nasional. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan ekonomi sirkular dan pengembangan kemasan yang lebih memperhatikan aspek lingkungan serta kesehatan.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan industri, khususnya sektor makanan dan minuman serta industri pengemasan yang berperan penting dalam rantai produksi dan perdagangan.
Sarmuji menyebut pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,2 persen, sementara industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen. Adapun industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan di kisaran 5,6 persen, berdasarkan angka yang disampaikannya dalam acara tersebut.
Sektor makanan dan minuman juga dinilai berperan penting dalam menopang ekspor nasional. Berbagai produk Indonesia, seperti biskuit dan mi instan, telah menembus pasar internasional dan menjadi bagian dari kekuatan industri dalam negeri.
Meski demikian, Sarmuji menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, terutama terkait pasokan dan harga gas industri serta ketersediaan bahan baku. Kepastian pasokan dan stabilitas biaya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan daya saing industri.
Hadirkan Teknologi dan Peluang Bisnis Global
ALLPack Indonesia 2026 diselenggarakan oleh Krista Exhibitions Group dengan menghadirkan teknologi dan solusi di berbagai sektor, mulai dari pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri hingga farmasi.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan pameran ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mengakses teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta menjajaki peluang investasi dan kerja sama global.
Selama empat hari penyelenggaraan, pameran tersebut menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara.
Selain ALLPack, rangkaian pameran juga mencakup ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, FoodTech Indonesia, ALL Cold Chain, Indonesia Maritime & Logistics Expo, dan ALL Agri Expo. Integrasi berbagai sektor ini diharapkan memperkuat konektivitas antara produksi, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi.
ALLPack Indonesia 2026 turut menghadirkan lebih dari 65 agenda edukasi dan bisnis, termasuk seminar, konferensi, lokakarya, talk show, serta business matching. Agenda tersebut membahas perkembangan teknologi, regulasi, tantangan industri, dan peluang penerapan ekonomi sirkular.
Didukung sejumlah kementerian, pameran ini diharapkan menjadi salah satu platform untuk memperkuat kolaborasi industri, mendorong investasi, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.