HIPMI Jaya Gelar Turnamen Tenis, Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda dan Industri Olahraga

AKM • Tuesday, 27 Oct 2026 - 09:41 WIB
Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jaya menggelar Jaya Tennis Championship 2026

JAKARTA — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jaya menggelar Jaya Tennis Championship 2026 bertajuk Clash of Jaya di Anwa Prive, Meruya, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026). Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai forum diskusi mengenai peluang usaha di sektor olahraga, kebugaran, dan gaya hidup sehat.

Turnamen yang diselenggarakan melalui HIPMI Jaya Tennis Club tersebut diikuti 56 peserta yang terbagi dalam delapan tim. Peserta berasal dari sejumlah Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, serta dua tim dari BPD HIPMI Jaya.

Dalam kompetisi tersebut, BPC HIPMI Jakarta Pusat meraih juara pertama, disusul BPC HIPMI Jakarta Utara sebagai juara kedua. Sementara itu, BPD HIPMI Jaya Capybaras Club menempati posisi ketiga.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Roby Sugama, mengatakan kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda itu menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarpengusaha muda sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor.

“Semangat Sumpah Pemuda hari ini harus kita terjemahkan ke dalam kerja nyata dan kemitraan ekonomi yang solid antar pengusaha muda di Jakarta. Turnamen tenis ini bukan hanya soal mengejar piala atau menjaga kebugaran fisik, melainkan media konsolidasi bagi para pengusaha HIPMI Jaya,” ujar Roby dalam keterangan tertulis ke Media Jakarta, Selasa (27/10).

Ketua Bidang XI BPD HIPMI Jaya, Alton Annar, menilai aktivitas olahraga dapat mendukung kebugaran dan produktivitas pelaku usaha. Ia juga melihat sektor kesehatan dan olahraga sebagai bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Menurut Alton, pengembangan industri tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, penyedia fasilitas olahraga, dan pengelola layanan kebugaran.

Sementara itu, Ketua HIPMI Jaya Tennis Club, Asa Dahlan, mengatakan komunitas tenis di lingkungan HIPMI Jaya tidak hanya ditujukan untuk menyalurkan minat berolahraga, tetapi juga mempertemukan anggota dari berbagai bidang usaha.

Ia berharap interaksi dalam kegiatan olahraga dapat memperluas jejaring, membangun kepercayaan, dan membuka peluang kolaborasi bisnis antaranggotanya.

Ketua Panitia Jaya Tennis Championship 2026, Bakhtiar Wahab, menjelaskan turnamen tersebut juga dirancang sebagai ruang diskusi mengenai perkembangan industri olahraga. Karena itu, panitia menyertakan sesi diskusi bisnis di tengah rangkaian pertandingan.

Bahas peluang bisnis olahraga dan kebugaran

Diskusi bertajuk Beyond the Court: Building Business Through Sport, Lifestyle & Innovation menghadirkan sejumlah pelaku industri untuk membahas tiga aspek, yakni pengembangan olahraga, perubahan gaya hidup masyarakat, serta inovasi dan infrastruktur.

Pada sektor olahraga, Co-founder sekaligus CEO DOOgether, Fauzan Gani, menyoroti pentingnya keberlanjutan ekosistem olahraga. Menurutnya, industri tidak cukup hanya mengandalkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga, tetapi juga membutuhkan jalur pembinaan atlet yang jelas dan berkelanjutan.

Pembinaan sejak usia dini, pengembangan akademi, serta ketersediaan fasilitas latihan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun peluang karier atlet dan mendorong investasi jangka panjang.

Dari sisi gaya hidup, pemilik Anwa Racquet Prive, Wawa Lukman, membahas perkembangan fasilitas olahraga yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat beraktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial. Fasilitas pendukung seperti kafe dan area ramah keluarga menjadi bagian dari konsep yang dikembangkan untuk menjangkau komunitas yang lebih luas.

Adapun Direktur Altara Indonesia, Andy Wijaya, menyoroti penggunaan material yang tahan lama, mudah dirawat, dan lebih ramah lingkungan dalam pembangunan fasilitas komersial. Pemilihan material, menurut paparan dalam diskusi, dapat memengaruhi kebutuhan perawatan dan keberlanjutan operasional fasilitas olahraga.

Sementara itu, Co-founder Dailyworks, Benhard Jacob, membahas peran teknologi digital dalam meningkatkan layanan kepada konsumen. Ia menekankan pentingnya mempertahankan interaksi manusia di tengah perkembangan otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Diskusi juga menyinggung penggunaan teknologi untuk mengintegrasikan ketersediaan jadwal lapangan dengan berbagai platform reservasi, sehingga konsumen dapat mengakses layanan dengan lebih mudah.

Melalui turnamen dan diskusi tersebut, HIPMI Jaya mendorong anggota untuk melihat olahraga tidak hanya sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai sektor usaha yang mencakup fasilitas, pembinaan atlet, teknologi, dan layanan kebugaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya organisasi memperluas jejaring antarpengusaha muda serta membahas peluang pengembangan industri olahraga dan gaya hidup sehat di Jakarta.