Asian Para Games 2026 Ditutup, Dubes Kartini Apresiasi Perjuangan Skuad Merah Putih

MUS • Sunday, 25 Oct 2026 - 16:36 WIB

Nagoya - Upacara penutupan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 berlangsung meriah. Upacara diramaikan dengan penampilan tarian dan pertunjukan khas kebudayaan Jepang.

Berbeda dengan upacara pembukaan di mana atlet berjalan membawa bendera negara masing-masing, dalam tradisi upacara penutupan ajang multi-olahraga seperti Paralimpiade/Para Games, para atlet dari seluruh negara peserta tampil bersama-sama tanpa pembedaan kebangsaan sebagai simbol persatuan.

Pembawa bendera (flag bearer) kontingen Indonesia pada upacara penutupan Asian Para Games 2026, adalah atlet angkat berat (para powerlifting) Indonesia, M. Mabruk Arib Dzaky.

Pada akhir acara, bendera Asian Para Games secara resmi diserahkan kepada Doha, Qatar, selaku tuan rumah Asian Para Games 2030

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh atlet kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 dengan capaian melampaui target dalam perolehan medali.

“Selamat dan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh atlet, pelatih dan tim pendukung kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Tampilan prima dari atlet kita di keseluruhan pertandingan membuahkan hasil yang membanggakan bangsa Indonesia. Target 7 emas, 8 perak dan 17 perunggu, bisa terlampaui dengan 15 emas, 21 perak dan 37 perunggu. Belum lagi kokohnya peringkat Indonesia di posisi 8 besar dari 45 negara peserta ajang Asian Games 2026. Kerja keras dan perjuangan kawan-kawan atlet mengumandangkan lagu Indonesia Raya di venue pertandingan menjadi momen yang sangat mengharukan dan tidak terlupakan buat kami dan warga Indonesia di Jepang. Pertahankan dan tingkatkan prestasi kawan-kawan semua. Terus bawa harum nama Indonesia di berbagai pentas dunia dalam setiap kesempatan. Prestasi kawan-kawan semua akan tercatat dalam tinta emas dunia olahraga Indonesia dan akan menjadi panutan atlet-atlet lain,” ujar Dubes Kartini.     

Kontingen Indonesia menempati peringkat kedelapan klasemen akhir Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang setelah mengumpulkan 73 medali, termasuk 15 emas. Indonesia menutup kompetisi pada Sabtu (24/10) dengan raihan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Hasil tersebut menempatkan Merah Putih di delapan besar klasemen perolehan medali sekaligus membawa jumlah emas menjadi lebih dari dua kali lipat target awal.

Medali emas terakhir Indonesia datang dari cabang boccia. Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha memenangi nomor Mixed Team BC1/BC2 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 pada hari terakhir pertandingan.

Sementara itu, cabang powerlifting menyumbangkan medali perak melalui Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi. Tambahan tersebut melengkapi perolehan medali Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia itu.

Penyelenggaraan Asian Para Games berikutnya resmi diserahkan kepada Doha, Qatar, yang akan menjadi tuan rumah pada tahun 2030.