Media Asuransi Gelar TDFA 2026 dan CFO Award, Apresiasi Transformasi Digital serta Kinerja Keuangan Industri

ANP • Tuesday, 6 Oct 2026 - 17:57 WIB

 

JAKARTA – Media Asuransi kembali memberikan apresiasi kepada perusahaan jasa keuangan melalui Top Digital Financial Award (TDFA) 2026 Media Asuransi yang digelar di Ballroom Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).

Mengusung tema “From Data to Understanding - Customer Insight, Hyper-Personalization, and the Rise of Human-Centered Digital Finance”, TDFA 2026 memberikan 82 penghargaan kepada 82 perusahaan yang dinilai berhasil melakukan transformasi digital dan menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Plt. Direktur PT Media Asuransi Indonesia, S. Edi Santosa, mengatakan TDFA 2026 merupakan penyelenggaraan keempat, setelah sebelumnya dua kali menggunakan nama Digital Financial Excellence Awards (DFEA) dan dua tahun terakhir menggunakan nama TDFA.

Anggota Dewan Juri TDFA 2026, Axl Nakata, mengatakan penghargaan tersebut diharapkan mendorong industri keuangan untuk terus beradaptasi dan berinovasi, sekaligus menghadirkan layanan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Penilaian dilakukan oleh tim peneliti Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) bersama Pinnacle Analytics Indonesia melalui survei pengguna berbasis web (CAWI) terhadap lebih dari 1.000 responden di seluruh Indonesia. Penilaian mencakup lima dimensi, yakni Customer Experience (25%), Customer Trust & Perception (25%), Customer Engagement (20%), Customer Insight & Personalization (15%), serta Customer Inclusion (15%).

Daftar Peraih TDFA 2026

Bank KBMI 1 (Modal Inti s/d Rp6 Triliun): PT Bank Digital BCA, PT Super Bank Indonesia, PT Bank Raya Indonesia Tbk, PT Krom Bank Indonesia Tbk, PT Bank Aladin Syariah Tbk, dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Bank KBMI 2 (Rp6 triliun-Rp14 triliun): PT Bank Seabank Indonesia, PT Bank Jago Tbk, PT Allo Bank Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, dan PT Bank Mandiri Taspen.

Bank KBMI 3 (Rp14 triliun-Rp70 triliun): PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Bank KBMI 4 (Rp70 triliun ke atas): PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Asuransi Jiwa dengan Ekuitas di Atas Rp5 Triliun: PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi BRI Life, dan PT BNI Life Insurance.

Ekuitas Rp1 triliun-Rp5 triliun: PT AXA Mandiri Financial Services, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, PT Great Eastern Life Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia, dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia.

Ekuitas di bawah Rp1 triliun: PT Zurich Topas Life, PT PFI Mega Life Insurance, PT Asuransi Jiwa BCA, dan PT Pacific Life Insurance.

Asuransi Umum dengan Ekuitas di Atas Rp2 Triliun: PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Sinar Mas, dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk.

Ekuitas Rp1 triliun-Rp2 triliun: PT Asuransi Umum BCA, PT Chubb General Insurance Indonesia, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Jasaraharja Putera, dan PT Lippo General Insurance Tbk.

Ekuitas Rp500 miliar-Rp1 triliun: PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara, dan PT Asuransi Tri Pakarta.

Ekuitas di bawah Rp500 miliar: PT Asuransi Total Bersama, PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Artarindo, PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi, PT Asuransi Jasa Tania Tbk, dan PT Asuransi Sumit Oto.

Special Award: PT Jasa Raharja (Persero), BPJS Kesehatan, PT Pegadaian (Persero), dan PT Taspen (Persero).

Insurtech Agregator: PT Fuse Teknologi Indonesia, PT Cekpremi Mitra Pratama, dan PT RajaPremi.com.

Insurtech Agency: PT ABB Insurance Brokers.

Insurtech Broker: PT Cermati Pialang Asuransi.

Insurtech Full Stack: PT PasarPolis Insurance Broker, PT Archor Teknologi Digital, dan PT Central Asia Financial.

Multifinance dengan Aset di Atas Rp5 Triliun: PT Federal International Finance, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT BCA Finance, dan PT Astra Sedaya Finance.

Multifinance dengan Aset di Bawah Rp5 Triliun: PT KB Finansia Multi Finance dan PT Mega Finance.

Fintech Jasa Pembayaran: PT Espay Debit Indonesia Koe, PT Dompet Anak bangsa, dan PT AirPay International Indonesia.

Fintech Pembiayaan Digital: PT Akulaku Finance Indonesia, PT Kredivo Finance Indonesia, PT Home Kredit Indonesia, dan PT Julo Teknologi Finansial.

Third Party Administrator (TPA): PT Administrasi Medika, PT Medilink Digital Medika, PT Fullerton Health Indonesia, PT Global Excel Indonesia, dan PT Media Dokter Investama.

Pertama Kali Gelar CFO Award

Dalam rangkaian acara yang sama, Media Asuransi untuk pertama kalinya memberikan CFO Award 2026 kepada 31 CFO perusahaan asuransi atas kepiawaian mereka dalam mengelola keuangan perusahaan.

Penghargaan ini diberikan di tengah kinerja industri yang relatif kuat. Berdasarkan Insurance Quarterly Report Kuartal IV/2025 IFG Progress, industri asuransi jiwa mencatat laba setelah pajak Rp10 triliun dengan RBC 491%, sementara industri asuransi umum membukukan laba setelah pajak Rp16 triliun dengan RBC 387%.

Pada sisi operasional, combined ratio asuransi jiwa tercatat 107% dengan rasio klaim 81%, sedangkan asuransi umum memiliki combined ratio 71% dan rasio klaim 45% pada akhir 2025.

Ketua Dewan Juri CFO Award 2026, Tri Djoko Santoso, menjelaskan penilaian menggunakan indikator profitabilitas, solvabilitas, efisiensi biaya, kualitas investasi, dan kualitas pelaporan. Penilaian berbasis data publik dari laporan keuangan sesuai PSAK 117, termasuk metrik ISR Margin dan CSM Growth.

Tiga pilar penilaian CFO adalah Kecukupan Modal, Kualitas Laba dan Efisiensi Operasional, serta Likuiditas. Indikatornya antara lain RBC minimal 120%, tren RBC tiga tahun, pertumbuhan ekuitas, ROE, ROA, ISR Margin, investment yield, CSM Growth, RKI minimal 100%, liquidity ratio, dan cash position.

Peraih CFO Award 2026

Asuransi Jiwa dengan Aset di Atas Rp25 Triliun: Aayush Poddar (PT AXA Mandiri Financial Services), Agung Turanto S. (PT BNI Life Insurance), dan Lim Chet Ming (PT Asuransi BRI Life).

Aset Rp7 triliun-Rp25 triliun: Ng Wai Leong (PT Asuransi Jiwa Sequis Life) dan Hana (PT Great Eastern Life Indonesia).

Aset Rp2,5 triliun-Rp7 triliun: Iwen Lender (PT Asuransi Jiwa Starinvestama), Tisye Diah Retnojati (PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia), dan Agus Setiawan (PT Avrist Assurance).

Aset di bawah Rp2,5 triliun: Meilani Setiawan (PT PFI Mega Life Insurance), Then Henry Marten (PT Asuransi Ciputra Indonesia), dan David Soetadi (PT Equity Life Indonesia).

Asuransi Umum dengan Aset di Atas Rp5 Triliun: Njoman Sudharta (PT Asuransi Sinar Mas), Suhardiman (PT Asuransi Jasaraharja Putera), dan Indrawati Darmawan (PT Asuransi Central Asia).

Aset Rp2 triliun-Rp5 triliun: Sri Angraini (PT Asuransi Umum BCA), Liani Chandra (PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk), dan Yosept Dirgo (PT Asuransi Simas Insurtech).

Aset Rp1 triliun-Rp2 triliun: Adrianto Gunawan (PT Chubb General Insurance Indonesia), Michael John Morris (PT AIG Insursance Indonesia), dan Dea Vania Lionanto (PT Asuransi Total Bersama).

Aset di bawah Rp1 triliun: Ang Willy (PT Asuransi Staco Mandiri), Arifia Indah Liany (PT Asuransi Jasa Tania Tbk), dan Parmin Djuita (PT Asuransi Buana Independent).

Reasuransi: Sunarso (PT Reasuransi MAIPARK Indonesia), Dradjat Irwansyah (PT Tugu Reasuransi Indonesia), dan Meigi (PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi).

Asuransi Jiwa Syariah: Norhafizah (PT Asuransi Takaful Keluarga), Andy Anggianto (PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin), dan Vinny Rika Anwar (PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia).

Asuransi Umum Syariah: Dian Iskandar Wibowo (PT Zurich General Takaful Indonesia) dan Darojat Yogi Chandra (PT Asuransi Takaful Umum).

Media Asuransi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peraih TDFA 2026 dan CFO Award 2026 serta pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan penghargaan tersebut.