APTISI dan Kemendiktisaintek Perkuat Kepemimpinan 40 Rektor PTS Lewat AERLA

AKM • Wednesday, 21 Oct 2026 - 21:49 WIB
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar program APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA)

JAKARTA – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar program APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola perguruan tinggi swasta (PTS).

Program yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 ini diikuti 40 rektor PTS dengan materi meliputi kepemimpinan, kolaborasi riset, kemitraan industri, serta transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melalui perwakilannya menghadiri rangkaian kegiatan di Auditorium Kemendiktisaintek, Jakarta. Hadir pula Utusan Khusus Presiden Hashim S. Djojohadikusumo, jajaran pimpinan kementerian, pengurus pusat APTISI, dan pimpinan perguruan tinggi swasta.

Ketua Umum APTISI, Budi Djatmiko, mengatakan AERLA dirancang sebagai ruang pertukaran pengalaman dan praktik tata kelola untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi. Menurut dia, pimpinan kampus perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, kebutuhan industri, dan perkembangan riset.

“Tantangan perguruan tinggi swasta saat ini sangat kompleks, mulai dari digitalisasi, artikulasi riset, hingga komersialisasi inovasi,” ujar Budi.

Ia berharap program tersebut dapat mendorong kepemimpinan kampus yang inovatif serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan sumber daya manusia dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Brian Yuliarto menyatakan penguatan kapasitas pimpinan PTS memerlukan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Bahas Kemitraan Industri hingga Pemanfaatan AI

Rangkaian AERLA berlangsung selama tiga hari dengan agenda kebijakan pendidikan tinggi, penguatan hubungan kampus dan industri, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Pada 21 Oktober, kegiatan berfokus pada kebijakan pendidikan tinggi dengan menghadirkan Menteri Brian Yuliarto, Wakil Menteri Fauzan, Wakil Menteri Stella Christie, dan jajaran pengurus APTISI.

Agenda 22 Oktober dijadwalkan membahas sinergi industri dan kemandirian perguruan tinggi di Hotel Fairmont Jakarta, dengan menghadirkan sejumlah tokoh dari pemerintah, dunia usaha, dan kalangan akademisi.

Sementara itu, agenda 23 Oktober mencakup pembahasan kampus berbasis AI, kebijakan kelembagaan, serta prosesi wisuda peserta AERLA Angkatan I.

APTISI menyebut AERLA sebagai program kepemimpinan eksekutif yang ditujukan untuk membekali pimpinan PTS dengan kemampuan tata kelola modern, pengembangan kemitraan strategis, dan transformasi digital.

Melalui program ini, penguatan kepemimpinan perguruan tinggi swasta diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset, dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja.