Dukung Pembangunan Sumatera, Mendiktisaintek Dorong ITERA Perkuat Riset

AKM • Tuesday, 6 Oct 2026 - 13:44 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto

LAMPUNG SELATAN — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memperkuat pendidikan, riset, dan inovasi agar semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan di wilayah Sumatera.

Dorongan tersebut disampaikan Brian saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 ITERA di Lampung Selatan, Selasa (6/10/2026).

Menurut Brian, sejak didirikan, ITERA memiliki mandat untuk memperluas akses pendidikan tinggi bidang teknologi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia, khususnya insinyur, yang dibutuhkan untuk pembangunan Sumatera.

“ITERA didirikan untuk menyiapkan sumber daya manusia, khususnya insinyur bagi percepatan pembangunan Sumatra,” ujar Brian.

Dalam perkembangannya, ITERA kini memiliki 41 program studi sarjana dan satu program magister dengan hampir 15 ribu alumni. Meningkatnya minat masyarakat terhadap perguruan tinggi tersebut, kata Brian, perlu diikuti peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan kerja sama.

Ia juga meminta nilai keberanian, kemandirian, keberlanjutan, dan kemampuan beradaptasi yang menjadi tema Dies Natalis ke-12 diterapkan dalam pengembangan kampus, bukan sekadar menjadi slogan.

“Jadikanlah itu cara berpikir setiap kali ITERA menghadapi tantangan baru, baik dalam riset, pendanaan maupun dalam membangun reputasi. Pertanyaan pertamanya bukan lagi apakah kita mampu, tetapi bagaimana caranya agar ITERA bisa menjawab tantangan tersebut,” katanya.

Brian mendorong hasil penelitian dan paten yang dihasilkan ITERA dikembangkan lebih lanjut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama dengan industri maupun sumber pendanaan penelitian.

Salah satu program yang disorot adalah SUSTAIN atau Strengthening Tsunami-Resilient Infrastructure yang mendapat dukungan UNESCO. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap risiko tsunami dan persoalan kebencanaan di sekitar wilayah ITERA.

Selain itu, ITERA mengembangkan sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk Objective Structured Clinical Examination(OSCE) Center yang berkaitan dengan rencana pembukaan pendidikan profesi apoteker. Kampus tersebut juga didorong menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI.

Penguatan kapasitas ITERA dinilai semakin penting seiring agenda hilirisasi sumber daya alam yang didorong pemerintah. Brian menyebut tingginya minat terhadap Program Studi Teknik Pertambangan menunjukkan kebutuhan terhadap talenta yang mampu mendukung pengelolaan sumber daya alam hingga proses pengolahan dan manufaktur.

Menurut dia, kebutuhan tersebut tidak hanya mencakup insinyur pertambangan, tetapi juga tenaga ahli di bidang metalurgi, pengolahan, manufaktur, hingga lingkungan.

“Diktisaintek Berdampak: riset yang menghasilkan solusi, kampus yang menghubungkan dengan pemerintah daerah, industri dan masyarakat, serta lulusan yang siap bekerja untuk menciptakan lapangan kerja,” ujar Brian.

Brian juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan ITERA sebagai mitra dalam perencanaan pembangunan daerah. Berbagai persoalan pembangunan, menurut dia, dapat dikaji melalui penelitian, tesis, maupun skripsi mahasiswa dengan pendampingan dosen.

Hal tersebut sejalan dengan agenda pengembangan dan hilirisasi sejumlah komoditas Lampung, seperti ubi kayu dan kopi robusta, termasuk pengembangan ekosistem bioetanol.

Rektor ITERA Elfahmi mengatakan pengembangan riset kampus diarahkan pada sejumlah potensi strategis Lampung dan Sumatera. Bidang yang dikembangkan antara lain komoditas unggulan, logam tanah jarang, energi terbarukan, serta pengelolaan sampah.

Dalam rangkaian Dies Natalis ke-12, ITERA juga meluncurkan program SUSTAIN serta meresmikan Gedung Kuliah Umum 2, gedung OSCE, apotek, dan klinik. Kampus tersebut juga menyiapkan pembangunan Gedung Kuliah Umum 3 melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), serta pembangunan auditorium dan jembatan penyeberangan orang.

Pada kesempatan yang sama, Brian Yuliarto menerima penghargaan ITERA Adhikarsa Utama 2026 atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan penguatan hubungan perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat diperlukan agar pendidikan dan riset dapat menghasilkan manfaat yang lebih konkret bagi pembangunan.

L