Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ratusan Sekolah di Jatim Dapatkan Revitalisasi

AKM • Tuesday, 29 Sep 2026 - 14:12 WIB
Mendikdasmen menghadiri kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya

Surabaya — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Kedua program tersebut merupakan program prioritas yang diamanatkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur. Menurutnya, penguatan pendidikan dilakukan melalui empat fondasi, yaitu infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, infrastruktur budaya melalui penguatan pendidikan karakter, serta infrastruktur regulasi yang mendukung pelaksanaan pendidikan bermutu.

Untuk memperbaiki kondisi sarana belajar di sekolah, pemerintah menargetkan perbaikan secara bertahap pada seluruh sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan melalui dukungan tambahan anggaran dan APBN.
 
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola. Menurut Menteri Mu’ti, mekanisme ini memberikan kemudahan dalam pelaksanaan, lebih efisien karena dikelola secara langsung, dan memungkinkan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Swakelola juga melibatkan masyarakat setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian di sekitar satuan pendidikan.
 
Pada 2026, prioritas revitalisasi diberikan kepada satuan pendidikan yang terdampak bencana, berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mengalami kerusakan berat. Mendikdasmen mengajak seluruh pihak mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan berjalan sesuai tujuan.

“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” tegas Abdul Mu’ti.
 
Di sisi lain, program Digitalisasi Pembelajaran diarahkan untuk mendukung guru menghadirkan proses belajar yang lebih menarik dan bermakna. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), yang disertai dengan pelatihan guru, bantuan laptop, serta penyediaan materi pembelajaran dalam media penyimpanan. Abdul Mu’ti menyampaikan, penyediaan IFP akan terus diperluas. Pada 2026, pemerintah menyiapkan tambahan perangkat sehingga setiap satuan pendidikan dapat memperoleh tiga IFP, sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi tersebut agar pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

Apresiasi Dukungan Pemerintah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur, khususnya melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Menurutnya, dukungan tersebut dirasakan oleh satuan pendidikan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang membutuhkan afirmasi.

“Salah satu program nasional yang sangat kami rasakan dampaknya adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh keluarga besar pendidikan di Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Menteri, dan seluruh jajarannya,” kata Aries.
 
Secara khusus di Jawa Timur, pada 2026 dukungan revitalisasi diberikan kepada 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB, termasuk satuan pendidikan di daerah 3T. Angka tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi warga sekolah.

“Bagi kami, revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki gedung atau tembok. Revitalisasi harus menghidupkan kembali semangat sekolah. Gedung boleh baru, tetapi yang jauh lebih penting [adalah] bagaimana di dalam gedung ini lahir pembelajaran yang lebih baik,” pungkas Aries.