Industri Percetakan Bergeser ke Digital, Kemasan dan Personalisasi Jadi Penopang Pertumbuhan

AKM • Wednesday, 23 Sep 2026 - 16:52 WIB
Penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026

JAKARTA – Industri percetakan Indonesia memasuki fase perubahan seiring bergesernya kebutuhan pasar dari produksi massal konvensional menuju teknologi digital, kemasan, label, personalisasi, hingga textile printing.

Pada 2026, industri percetakan Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 3,39 persen dengan pertumbuhan kumulatif mencapai sekitar 11,42 persen. Sektor kemasan dan label disebut menjadi salah satu penopang dengan pertumbuhan hingga 20 persen, sementara textile printing berada di kisaran 15 persen.

Perubahan kebutuhan pasar tersebut antara lain dipengaruhi perkembangan e-commerce dan aktivitas UMKM yang membutuhkan kemasan, label, materi promosi, serta produk cetak dengan variasi desain dan jumlah produksi yang semakin beragam.

Kondisi itu mendorong pelaku industri menyesuaikan teknologi produksi. Digital printing, otomatisasi, teknologi grafika, packaging printing, hingga perangkat lunak menjadi bagian dari perkembangan industri percetakan.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan industri percetakan kini tidak lagi hanya mengandalkan teknologi cetak konvensional.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Daud dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (23/9).

Menurut dia, perkembangan tersebut sekaligus membuka kebutuhan dan peluang baru bagi pelaku usaha percetakan untuk menyesuaikan kapasitas dan teknologi dengan permintaan pasar.

Perubahan teknologi dan kebutuhan industri tersebut menjadi salah satu bahasan dalam ALLPrint Indonesia 2026 yang digelar Krista Exhibitions pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran tersebut diikuti sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara. Negara yang berpartisipasi antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan. Penyelenggara menargetkan sekitar 60.000 pengunjung selama empat hari.

Teknologi yang ditampilkan mencakup digital printing, packaging printing, teknologi karton, graphic technology, peralatan percetakan, teknologi finishing, tinta, kertas, media cetak, hingga perangkat lunak.

Selain melihat teknologi, pelaku usaha dapat memanfaatkan pameran sebagai ruang pertemuan antara produsen, distributor, pemasok, pengguna teknologi dan pelaku usaha melalui skema business-to-business (B2B).

Penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026 juga berlangsung bersamaan dengan sejumlah pameran terkait, antara lain Inter Corrugated Expo dan Indo Sign & Advertising Expo. World of Paper & Tissue Expo juga tercantum dalam rangkaian pameran pada periode yang sama.

Selain pameran teknologi, sejumlah forum edukasi digelar untuk membahas arah perkembangan industri. Salah satunya seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan digital textile printing dan prospeknya.

Seminar lainnya, “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions”, membahas otomatisasi dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efisiensi produksi karton.

Agenda pendukung lainnya meliputi Eduprint Talkshow yang membahas sertifikasi halal dan kemasan serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa transformasi industri percetakan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan mesin baru. Pelaku usaha juga menghadapi tuntutan untuk meningkatkan efisiensi, mengikuti perkembangan regulasi, merespons perubahan perilaku konsumen, dan menghasilkan produk yang semakin fleksibel serta sesuai kebutuhan pasar.

Dengan pergeseran tersebut, industri percetakan Indonesia bergerak dari model produksi massal menuju ekosistem yang semakin digital, terotomatisasi dan mampu memenuhi kebutuhan kemasan, label, textile printing serta produk cetak yang lebih beragam dan personal.