
Jakarta - Demi memperkuat peran BPJS Ketenagakerjaan dalam mendampingi keluarga Penerima Manfaat membangun kembali kemandirian ekonomi pasca-risiko, BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang ditujukan kepada ahli waris penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dan penerima manfaat lainnya sesuai dengan kebutuhan.
BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir memberikan perlindungan ketika risiko ketenagakerjaan terjadi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah setelah peserta atau ahli waris menerima manfaat. Program Pemberdayaan Ekonomi & Kemandirian (PEKA) hadir sebagai penghubung agar manfaat yang telah diterima dapat berlanjut menjadi pemberdayaan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Pelaksanaan PEKA mengedepankan sinergi dengan stakeholder strategis BPJS Ketenagakerjaan, sehingga peserta dapat memperoleh pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan. Konsep tersebut sejalan dengan arah PEKA yang menempatkan pelatihan, produktivitas, dan profit sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi dan kemandirian penerima manfaat.
Sehubungan dengan hal itu, BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jakarta Utara akan melaksanakan Program PEKA berupa Pelatihan/Workshop Barista dengan tema "Meracik Kopi Kekinian Ala Barista" yang berlangsung selama tiga hari pada Kamis-Sabtu, 27-29 Agustus 2026, di di PPKD Jakarta Utara.
Pelatihan ini dipilih sebagai upaya memberikan keterampilan praktis dan aplikatif kepada peserta yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi, baik melalui bekerja sebagai barista maupun dengan membangun usaha minuman/kedai kopi secara mandiri.
Pelatihan barista diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai teknik dasar penyajian minuman kopi, tetapi juga membangun kemampuan peserta untuk menerapkan keterampilan tersebut dalam aktivitas produktif.
Diharapkan kemampuan itu dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan penerima manfaat yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan secara berkelanjutan, sehingga manfaat yang telah diterima dapat terus berkembang untuk menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.
Sasaran kegiatan adalah penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, khususnya ahli waris/penerima manfaat yang membutuhkan penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pengelolaan manfaat untuk kegiatan produktif. Total ada 20 peserta penerima manfaat yang mengikuti pelatihan ini.
Seluruh Kepala Cabang dari BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jakarta Utara, termasuk Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing, Rita Mariana, hadir dalam kegiatan ini bersama Kepala Bidang pelayanan dan staf, serta Kepala Bidang Pengendalian Operasional Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing.
Rita Mariana menyebut program ini sebagai bentuk nyata kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap keberlangsungan hidup keluarga peserta. Menurutnya, perlindungan sosial tidak boleh berhenti pada penyerahan santunan atau jaminan semata.
"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima ahli waris tidak berhenti sebagai dana santunan saja, tapi dapat menjadi modal awal untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi. Pelatihan barista ini memberikan keterampilan praktis yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran, sehingga para peserta memiliki bekal konkret untuk membuka usaha mandiri atau bekerja di industri kuliner," kata Rita.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing berkomitmen untuk terus mendampingi para penerima manfaat agar mampu mencapai ketahanan ekonomi keluarga yang berkelanjutan. "Harapan kami, 20 peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat memanfaatkan peluang dengan maksimal, menjadi pribadi yang makin produktif, dan mampu menciptakan sumber penghasilan baru demi masa depan keluarga yang lebih baik," ucap Rita mengakhiri.