Menteri Transmigrasi: Pendidikan Kunci Hadapi Lompatan Teknologi

ANP • Thursday, 10 Sep 2026 - 20:05 WIB

JAKARTA - Jakarta - Pemerataan konektivitas di kawasan transmigrasi yang umumnya berada di daerah terpencil, pedalaman, dan perbatasan menuntut terobosan teknologi mutakhir. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) menilai sektor kedirgantaraan di mulai dari drone/UAV, transportasi amfibi, hingga rute perintis udara yang menjadi solusi strategis untuk memangkas disparitas geografis dan mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Rektor UNSURYA, Marsda TNI (Purn.) Dr. Sungkono, menekankan bahwa posisi Indonesia sebagai negara kepulauan menempatkan teknologi dirgantara pada peran vital.

“Luas wilayah kita sebagian besar adalah laut, dan di darat pun terdapat rawa-rawa. Kedirgantaraan menempatkan kita pada posisi strategis. Saya berharap insight dari Pak Menteri dapat segera kita olah dan kaji untuk dikembangkan menjadi teknologi yang dibutuhkan Kementerian Transmigrasi,” ujarnya. Kamis (10/09).

Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menambahkan bahwa pendidikan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi lompatan teknologi.

“Bagaimana meningkatkan persiapan perkembangan zaman dengan teknologi yang luar biasa, ada lompatan, siap atau tidak? Pendidikanlah menjadi kunci dan kolaborasi bersama, harus sinergi ke semua pihak,” tegasnya.

Agenda ini juga mendapat dukungan penuh dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (LLDIKTI) Wilayah III. 

Kuliah umum bertajuk Peran Teknologi Kedirgantaraan dalam Konektivitas Antar Wilayah Transmigrasi digelar di Aula Super Puma Kampus C UNSURYA. Acara berlangsung secara luring dan hibrida melalui platform Zoom, mempertemukan sivitas akademika, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas solusi konkret bagi kedaulatan logistik dan konektivitas antarpulau di Indonesia.