
JAKARTA- Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M., menggugah kesadaran bela negara mahasiswa baru Pascasarjana Institut IPMI di Kampus IPMI Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau, 1.340 suku bangsa, dan 718 bahasa daerah, nilai Pancasila ditegaskan tidak boleh berhenti pada retorika semata. Bela negara di era modern harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Mengusung materi bertajuk "Pancasila in Action: Fostering Awareness of State Defending in Life of Nation & State", Dr. Rima membakar semangat para mahasiswa untuk menjadi pilar ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa pembumian Pancasila harus dihidupkan secara konsisten dalam praktik kehidupan sehari-hari. "By living by Pancasila's principles, we can create a united, and prosperous Indonesia for all," (Dengan hidup berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila, kita dapat menciptakan Indonesia yang bersatu dan sejahtera bagi semua) tegas Dr. Rima di hadapan jajaran civitas akademika.
Dalam pemaparannya, Dr. Rima menguraikan lima tantangan utama bangsa, yakni penyebaran ideologi kontra-Pancasila, radikalisme, narkoba, bencana alam, serta korupsi. Menghadapi potensi ancaman tersebut, ia menyoroti pentingnya Gerakan Revolusi Mental melalui penolakan tegas terhadap segala bentuk gratifikasi demi menjaga keadilan sosial. "Let us stop gratification and build clean and intergrity of Indonesia," (Mari kita hentikan gratifikasi dan bangun Indonesia yang bersih dan berintegritas) ajaknya kepada para profesional dan akademisi muda.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa nilai Pancasila selaras dengan agenda pembangunan global berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Selain menegakkan integritas, Dr. Rima mengimbau pentingnya apresiasi terhadap karya anak bangsa sebagai wujud kebanggaan nasional dan bukti riil kecintaan pada tanah air. "Let's love domestic products as part of Indonesia's beauty and diversity," (Mari mencintai produk dalam negeri sebagai bagian dari keindahan dan keberagaman Indonesia) ungkapnya.
Sebagai langkah konkret merawat identitas bangsa, BPIP turut mempromosikan permainan tradisional melalui gerakan Pancamain Indonesia serta gerakan Bangga Buatan Indonesia untuk menanamkan nilai kebersamaan sejak dini. Mengakhiri pemaparannya, Dr. Rima mengajak mahasiswa untuk menjadikan kampus dan lingkungan kerja sebagai laboratorium pembumian Pancasila. Kehadiran generasi muda yang berilmu, berkarakter kuat, dan berintegritas tinggi meyakinkan Indonesia menuju masa depan yang adil, makmur, dan berdaulat.